Tuesday, October 25, 2016

Bersahabat dengan Si Manis : Kenali, Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes Mellitus


Diabetes bisa dicegah sejak dini.

       Si Eneng mah geulis atuh. Si Mbak manis banget deh. Pujian semacam ini pasti disukai banyak gadis maupun kaum wanita. Namun, topik yang hendak ditulis di sini bukanlah kemanisan rupa (wajah). Si Manis yang akan diulas adalah diabetes mellitus yang akrab disebut dengan istilah kencing manis. Mengapa kita perlu mengenal dan bersahabat dengan Si Manis? Salah satu alasannya, berdasarkan data IDF (International Diabetes Federation) tahun 2014 dan 2015 Indonesia ini menduduki peringkat ke-5 negara di dunia dengan pengidap diabetes terbanyak (9,1 juta pasien penderita diabetes). Nah lo! Kita jadi perlu mengenal 'Si Manis' yang diam-diam membahayakan bukan? Baiklah, mari kita mencoba mengenal lebih baik karakter dan upaya mencegah diabetes agar tidak menyerang tubuh kita.

~ Mengenal Diabetes Mellitus

       Diabetes bukanlah penyakit kekinian karena sudah muncul sejak zaman baheula (Sebelum Masehi). Sejarah mencatat pada abad pertama Masehi, seorang dokter Jerman (Aretaeus) telah menulis tentang penyakit yang penderitanya mengeluarkan urin manis. Penyakit tersebut dinamai diabetes. Kemudian, pada abad ke-17 ditambahkan kata berbahasa Latin Mellitus yang artinya madu, karena urin penderitanya bersifat manis.

       Diabetes adalah suatu kondisi di mana terlalu banyak glukosa (gula) di dalam darah seseorang. Diabetes terjadi saat pankreas tidak mampu lagi memproduksi insulin, atau insulin yang dihasilkan tidak bisa berfungsi dengan baik.Diabetes menjadi lebih berbahaya apabila sudah kronis dan menimbulkan komplikasi dengan darah tinggi serta kolesterol tinggi. Gabungan dua unsur buruk (darah tinggi dan kolesterol tinggi) dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf. Maka penyakit-penyakit seram lainnya ikut berpartisipasi di dalam tubuh penderita diabetes, seperti jantung, stroke, ginjal, masalah mata, maupun infeksi (luka yang berakibat pembusukan).

Jenis Diabetes Mellitus

Ada 3 jenis diabetes yang perlu kita kenali, yaitu :

1. Diabetes Tipe 1
Penyakit ini terjadi ketika pankreas tidak mampu (berhenti) memproduksi insulin. Tanpa kehadiran insulin, sel-sel tubuh tidak bisa mengubah glukosa menjadi energi. Konsekuensinya, tubuh akan membakar lemaknya sendiri. Hal ini berakibat timbulnya senyawa kimia yang berbahaya di dalam darah penderita. Untuk mengatasinya, penderita diabetes tipe 1 perlu mendapatkan suntikan insulin sesuai yang disarankan dokter. Penyakit diabetes tipe 1 bisa menyerang usia berapa saja, terutama orang-orang di bawah usia 30 tahun, termasuk anak-anak.

2. Diabetes Tipe 2
Penyakit ini timbul apabila pankreas tetap menghasilkan insulin namun dalam jumlah yang tidak mencukupi atau tidak mampu berfungsi secara efektif. Diabetes jenis ini muncul dari gabungan faktor-faktor genetis, penuaan, serta kondisi lingkungan. Kasus diabetes tipe 2 paling banyak terjadi (85-90 % diderita pasien diabetes). Biasanya, diabetes tipe 2 diderita oleh orang lanjut usia, meski saat ini anak-anak dan kalangan muda juga bisa mengidapnya yang dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup.

3. Diabetes Gestational
Penyakit ini biasanya muncul pada wanita di saat menjalani kehamilan. Secara umum, kondisi stres dan perubahan hormon pada wanita hamil bisa memicu terjadinya peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Oleh karena itu, ibu hamil yang mengidap diabetes dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter secara rutin dengan tujuan memonitor kadar gula darah dan mengatur asupan nutrisinya agar kondisi gula darah menjadi normal selama masa kehamilan. Diabetes jenis ini bisa sembuh sendiri setelah wanita melahirkan. Namun, apabila ibu hamil tidak menangani penyakitnya dengan baik, dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan dia bisa mengidap diabetes tipe 2.

Makanan manis bisa memicu penyakit diabetes mellitus. 



Kenali Tanda Diabetes

Berikut ini tanda-tanda seseorang mengidap diabetes :
 1. Sering merasa kelelahan
 2. Sering merasa lemas tanpa penyebab
 3. Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas
 4. Selalu merasa haus
 5. Sering buang air kecil (BAK)
 6. Apabila terluka sulit sembuh (kering)
 7. Sering sakit kepala
 8. Sering kram pada kaki
 9. Pandangan mata buram
10. Infeksi kulit dan gatal-gatal
11. Suasana hati mudah berubah-ubah.

       Penderita diabetes tipe 1 biasanya mudah mendeteksi kedatangan tanda-tanda diabetes masuk dalam tubuhnya. Kondisi yang berbeda terjadi pada penderita diabetes tipe 2, gejala-gejala awalnya sering tidak terasa, sehingga dianggap sebagai proses penuaan yang wajar. Oleh karena itu, cek kondisi kesehatan serta tes darah secara rutin perlu dan penting dilakukan.

Kenali Faktor Risikonya

Ada beberapa cara untuk mengenali dan menjadi 'rambu-rambu' untuk berhati-hati agar terhindar dari serangan diabetes :

1. Sejarah keluarga
Apabila ada orangtua atau kakek-nenek yang mengidap diabetes, hal ini sebaiknya menjadi peringatan bagi kita untuk berhati-hati dan mengatur pola makan. Sebab, faktor keturunan bisa menjadi salah satu cara turunnya penyakit dari keluarga ke keturunannya. Diabetes memang bukan penyakit keturunan. Namun, memiliki orangtua yang mengidap diabetes, bisa membuat keturunannya memiliki kemungkinan menderita diabetes lebih cepat dibandingkan orang dari keluarga yang tidak memiliki riwayat orangtua penderita diabetes.

2. Berusia di atas 55 tahun
Penyakit lazimnya mengunjungi orang yang sudah mulai lanjut usia, karena daya tahan tubuhnya mulai melemah. Diabetes senang mendatangi kaum manula ini.

3. Berusia di atas 44 tahun dan obesitas
Obesitas (kegemukan) adalah lahan subur tumbuhnya penyakit diabetes.

4. Mengidap penyakit jantung
Penyakit jantung seringkali senang berteman dengan penyakit-penyakit lain, termasuk diabetes.

5. Kurang senang bergerak
Mager alias malas gerak adalah magnet yang kuat untuk menarik datangnya penyakit dalam tubuh. Tubuh yang jarang dilatih menjadi lamban, loyo, dan tidak bugar. Kondisi seperti ini disukai diabetes dan kawan-kawannya untuk tumbuh di sana.


~ Pencegahan Diabetes Mellitus

       Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Itu bunyi petuah yang sudah sangat sering kita dengar. Masalahnya, bisakah kita menghindar dari diabetes yang tak kasat mata ini? Bisa, jika kita bersungguh-sungguh berupaya menjaga kondisi tubuh dari penyakit jahat yang perlahan-lahan merusak tubuh.

Ada 2 upaya pencegahan yang bisa dilakukan :

1. Pencegahan primer (aktif secara fisik)

Setelah cek kesehatan dan tes darah, aktif bergerak adalah salah satu sarana mencegah diabetes. Kita tak perlu melakukan olah raga yang berat-berat, cukup aktivitas rutin 30 menit setiap hari. Kita bisa berjalan-jalan, lari pagi, bersepeda, atau melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah. Mengapa aktivitas fisik penting? Hal ini perlu dilakukan agar organ-organ tubuh tetap berfungsi dengan baik, bugar, dan memiliki daya tahan dari serangan penyakit. Bagi orang yang sudah terjangkit diabetes (diabetesi), kegiatan fisik bisa mengurangi risiko kegemukan. Kegemukan adalah pemicu datangnya penyakit jantung.

2. Pencegahan sekunder (pola makan sehat)

Konsumsi makanan sehat dalam porsi yang tepat sesuai kebutuhan tubuh mampu membuat tubuh kita tetap sehat dan bugar. Tubuh yang sehat, bugar, dan terjaga dari asupan makanan yang merusak diharapkan membuat kita tidak terjangkit penyakit. Pola makan sehat butuh pembiasaan sejak dini. Jika kita sudah terbiasa mengonsumsi makanan tidak sehat, segera ubah kebiasaan tersebut dengan beralih ke pola makan yang baik. Perbanyak makan buah, sayur, dan minum air putih. Kurangi makanan yang menjadi penyebab menumpuknya kadar gula, kolesterol, dan lemak buruk dalam tubuh. Mulai kebiasaan ini hari ini juga.

Rutin cek kesehatan untuk mencegah diabetes mellitus.
 

~ Obati dan Lawan Diabetes Mellitus

       Sepandai-pandai tupai meloncat akhirnya jatuh juga, arti pepatah ini pasti sudah dipahami banyak orang. Ya, meski kita sudah berusaha berhati-hati, adakalanya terpeleset juga. Kita sudah berupaya menjaga tubuh dengan rajin bergerak, mengatur dan menganut pola makan sehat, rutin cek kesehatan, ternyata terkena diabetes juga. Terus, bagaimana ini? Ya sudah, kita terima saja. Solusinya, kita obati dan lawan diabetes sekuat tenaga agar penyakit yang kita derita tidak semakin parah.

Ada minimal 3 upaya untuk mengobati dan melawan diabetes :

1. Lakukan pengobatan rutin ke dokter
Seorang dokter yang ahli di bidang penyakit diabetes akan melakukan pemeriksaan kondisi tubuh pasien diabetesi. Dokter akan memberikan resep obat untuk mengobati diabetes sesuai level yang diderita pasien. Dokter biasanya juga menganjurkan pasien menjalani diet sesuai kondisi tubuh dan tingkatan penyakitnya. Pemeriksaan dan pengobatan rutin diharapkan mampu membuat seorang penderita diabetes kembali sehat atau sembuh dari penyakitnya.

2. Lakukan kegiatan fisik
Kegiatan fisik secara teratur tidak harus dalam bentuk olah raga. Kita bisa menyapu rumah, naik-turun tangga untuk menjemur cucian, atau mengepel lantai rumah. Sederhana kan? Yang terpenting, usahakan 30 menit setiap hari secara rutin kita melakukan kegiatan dengan bergerak. Latihan fisik yang teratur membantu hormon insulin di dalam tubuh bekerja secara efektif, tak hanya saat kita berlatih, namun selama 12 s.d 24 jam berikutnya. Kegiatan fisik ini mengurangi risiko penderita diabetes menjadi obesitas dan menimbulkan komplikasi dengan penyakit-penyakit lainnya.

3. Pola makan sehat
Penderita diabetes dianjurkan untuk menata pola makan dengan asupan yang memiliki nutrisi menyehatkan. Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu :
- meminimalkan asupan gula
- mengurangi asupan garam
- memilih lemak baik, bukan lemak yang jahat
- memilih karbohidrat kompleks
- memperbanyak konsumsi sayur, buah-buahan, dan minum air putih
Makanan yang sehat diharapkan membantu tubuh menyerap nutrisi yang diperlukan, yang perlahan-lahan membuat kondisi tubuh mampu kembali berfungsi normal.

       Demikianlah sahabat kita Si Manis ternyata belum tentu bisa membuat kita tersenyum manis. Terlebih, saat ini biaya berobat dan harga obat-obatan relatif mahal. Si Manis bisa jadi malah membuat kita tersenyum kecut, karena biaya sehat ternyata cukup mahal. Sekali lagi, pencegahan lebih baik dibandingkan pengobatan. Setelah mengenal sahabat kita-diabetes mellitus-kita bisa melihat kondisi tubuh, melakukan cek kesehatan, kemudian bertindak. Jika tubuh kita sehat (tidak mengidap diabetes), selamat! Kita perlu mempertahankan kondisi kesehatan dengan merawat kebugaran, serta mengonsumsi makanan sehat. Jika kita telanjur mengidap diabetes, kita terima dengan lapang hati. Kita berobat ke dokter, rajin beraktivitas fisik, memperbaiki pola makan dengan pola makan sehat bergizi plus diet apabila diperlukan.

       Akhirnya, semoga tulisan ini bermanfaat. Diabetes adalah sahabat yang 'setia' pada tubuh. Maksudnya, jika sudah mampir ke tubuh seseorang diabetes enggan meninggalkannya. Semoga pengetahuan kita tentang diabetes membuat kita sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Sehat itu murah apabila kita paham cara-cara menjaganya. Sakit itu mahal karena menguras dana, dan bisa menjadi beban bagi orang lain (keluarga). Jangan bangga menjadi peringkat ke-5 dunia di bidang penyakit. Banggalah apabila kita menjadi 5 besar negara dengan kondisi kesehatan masyarakat yang berkualitas. Mari kita jaga tubuh kita dari serangan diabetes. Salam sehat adalah salam antidiabetes!








Sunday, September 25, 2016

Great Moments with Allianz + Nakita


Rezeki seorang blogger, diundang seminar.

       Rasa bahagia buat saya sering muncul dalam wujud yang bersahaja. Salah satunya, saat di bulan September ini saya menerima e-mail berisi undangan seminar dari PT. Allianz Indonesia dan Tabloid Nakita. Melihat judul dan penggagasnya, saya hampir bisa memastikan acaranya seru dan asyik. Jadi, saya berusaha meluangkan waktu untuk hadir di seminar bertajuk "Great Moments with Allianz-Nakita". Tema yang dipilih oleh penyelenggara adalah : #DareToLiveMore Mewujudkan Pendidikan Terbaik untuk Buah Hati, dan #BeraniMelangkah Beri Nutrisi Tepat untuk Masa Depan Anak.

Games sebelum acara seminar dimulai.
       Seminar yang bertujuan untuk berbagi ilmu dan mengedukasi masyarakat ini merupakan bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility) yang digelar oleh PT. Allianz Indonesia bekerjasama dengan Tabloid Nakita. Pilihan temanya seputar dunia pendidikan dan pengasuhan anak. Ehm, kurang lebihnya tema tersebut memang cocok dengan muatan dalam blog saya. Jadi, suatu hal yang wajar apabila saya diundang untuk mendapatkan tambahan ilmu dan bahan liputan untuk mengisi blog Taman Berbagi Cerita. Yang jelas, saya senang pakai banget, bisa bertemu teman-teman blogger plus teman-teman baru, mendapat tambahan ilmu + goodie bag, serta memperluas wawasan.

Saya bersama blogger KEB Surabaya.
       Maka Sabtu pagi 24 September 2016, saya berangkat dari Sidoarjo ke Hotel Harris Gubeng, Surabaya. Saya sempat galau karena khawatir terlambat datang. Ternyata, saya tidak telat. Saat tiba di hotel, acara masih diawali dengan beberapa permainan (games) untuk para undangan yang hadir. Saya memilih melihat buku-buku yang dipajang di stan buku yang ada. Akhirnya, saya membeli sebuah buku tentang pendidikan karakter untuk mendidik anak di zaman global.

       Akhirnya, seminar pun dimulai. Bayu Oktara sebagai MC membuka acara dengan menyapa hangat para peserta seminar dengan busana bernuansa biru. Di acara ini hadir 2 orang pembicara, yaitu : dr. Mira Irmawati, Sp.A (K) dan Bapak Didin Komara (dari Allianz). Ups lupa, sebelum memasuki ballroom para peserta diminta foto terlebih dahulu di booth yang disediakan. Saya melihat banyak ibu dan anak yang berpose keren di depan fotografer. Nah, saya juga ikut foto dong! Mumpung ada yang motoin, gratis lagi. Ihiirrr!

Bayu Oktara membuka acara seminar.
        Setelah sambutan dari penyelenggara acara (PT. Allianz), sesi sharing ilmu dibuka. Di sesi pertama, dr. Mira berbagi cerita tentang pentingnya nutrisi dan stimulasi di masa tumbuh kembang seorang anak. Ibu dokter yang cantik ini menjelaskan banyak hal yang berhubungan dengan optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan kehidupan pada anak-anak. Ada hal menarik yang diajarkan, yaitu pemilihan snack (camilan) untuk anak-anak. Camilan yang sehat dan menarik turut menunjang asupan gizi bagi anak-anak.
      
Pemenang live tweet dan posting FB terbaik.
       Sesi kedua diisi oleh Bapak Didin Komara dengan materi seputar persiapan dana pendidikan untuk buah hati. Pendidikan tinggi membutuhkan dana yang relatif besar. Orangtua perlu memikirkan cara-cara untuk menyediakan dana pendidikan dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan cita-cita buah hati. Allianz menawarkan beberapa solusi untuk mendapatkan dana pendidikan anak secara tepat waktu serta dalam jumlah yang mencukupi (sesuai kebutuhan).

Oleh-oleh untuk peserta : goodie bag + pisang.
       Usai materi seminar diberikan, para peserta antusias mengajukan pertanyaan kepada para pembicara di sesi tanya-jawab. Acara dilanjutkan dengan kuis untuk semua peserta, pemberian cinderamata untuk pembicara, hadiah untuk pemenang live tweet dan posting FB terbaik, serta pembagian doorprize. Ada yang unik di seminar kali ini. Salah satu hadiah yang diberikan berupa bingkisan berisi buah-buahan. Keunikan lain, isi goodie bag mendapat sumbangan buah pisang dari sponsor. Wah, biar tambah sehat nih? Oya, para peserta bisa mengambil foto masing-masing sebagai kenang-kenangan untuk dibawa pulang. 

Isi goodie bag : ada pisangnya.


       Seperti biasa, acara seminar diakhiri dengan sesi foto bersama dengan para pembicara dan santap siang. Saat menikmati makan siang, saya terharu melihat seorang ibu yang duduk di depan saya. Saya melihat seorang ibu muda sedang menikmati makan siangnya, sambil memangku anak batita. Ibu yang lebih sepuh segera mengambil si bayi dari ibu muda (entah putri kandung atau menantunya), meminta si ibu muda untuk makan terlebih dahulu. Ibu yang sepuh ini menyuapi si batita, mengabaikan nasi dan lauk di piringnya. Sebuah contoh nyata tentang kasih sayang seorang ibu yang teramat dalam.

       Well, terimakasih PT. Allianz Indonesia dan Tabloid Nakita buat undangannya. Materi seminarnya sangat bermanfaat. Semoga saya diundang lagi di kegiatan lainnya. 






Tuesday, July 5, 2016

Catatan Pengujung Ramadhan 1437 H


Takbiran penanda menyambut hari raya.

       Apa yang membuat Anda terkesan menjalani hari-hari Ramadhan di masa kecil? Buat saya, kesan mendalam di masa kanak saat menunaikan puasa Ramadhan adalah alunan shalawat tarhim menjelang azan Subuh dan suara blenggur sebagai penanda waktu berbuka puasa telah tiba. Mengapa saya bertanya tentang kenangan masa kecil? Karena, sesuatu yang indah dan berkesan dalam menjalani puasa Ramadhan di masa kanak mampu memberi semangat ketika kita bertemu Ramadhan tahun-tahun berikutnya.

       Saya menikmati sebagian masa kecil di Madiun. Di kota tersebut, waktu itu suara blenggur dijadikan penanda waktu berbuka tiba. Itu sebabnya, saya senang duduk di tempat sepi jelang waktu berbuka, menyimak dengan takzim kapan suara blenggur terdengar. Sesaat setelah suara letusan meriam kecil berdentum, saya lari masuk ke dalam rumah, mencari minuman dingin untuk berbuka puasa. Kenangan berkesan lainnya adalah suara shalawat tarhim yang terdengar usai waktu sahur. Shalawat tarhim biasa diperdengarkan di waktu imsak, mengantarkan datangnya fajar Subuh. Di telinga saya, lantunan shalawat tarhim dari masjid-masjid di pagi hari Ramadhan terasa berbeda, lebih syahdu dan menyentuh hati.


Storycake : Kekuatan Doa terbit di Ramadhan 1437 H.
   
       Alhamdulillah, kenangan manis dan berkesan dalam menikmati Ramadhan masa kecil membuat saya selalu merindukan hadirnya Ramadhan kala telah dewasa. Setelah dewasa, saya menunaikan ibadah puasa dengan beragam pengalaman, tak selalu sama dari tahun ke tahun. Saya pernah merasakan nuansa Ramadhan khas kampus semasa kuliah di pinggiran Jakarta. Suasana dan rasa Ramadhan juga terasa berbeda saat saya memasuki dunia kerja.

       Singkatnya, setiap Ramadhan memiliki warna-warni yang berubah dari tahun ke tahun. Setelah pindah dari Jakarta ke Surabaya, corak Ramadhan jelas berubah dari nuansa khas Betawi dan Sunda ke suasana Jawa Timuran. Satu yang tak berubah, antusiasme umat Islam dalam menyambut dan menyemarakkan bulan Ramadhan. Di Surabaya, saya tak mendengar suara petasan renteng seperti yang biasa disulut orang Betawi untuk menyambut bulan Ramadhan. Saya jarang melihat warga saling bertukar hantaran untuk menandai awal puasa. Namun, saya melihat pasar dan pusat perbelanjaan ramai diserbu pengunjung yang berbelanja kebutuhan selama Ramadhan. Salah satu item yang laris dibeli adalah buah kurma.

       Alhamdulillah, tahun ini saya bisa berpuasa selama satu bulan penuh, tanpa bolong. Saya bersyukur di bulan Ramadhan ini (tepatnya pertengahan Juni 2016) sebuah buku antologi yang berisi tulisan saya dan teman-teman IIDN terbit. "Storycake for Your Life : Kekuatan Doa" akhirnya hadir sebagai salah satu seri Storycake. Buku ini diterbitkan atas kerjasama Indscript Corp. dengan Penerbit Gramedia. Saya menulis dengan mencantumkan nama pena, yaitu "Muthia Kamila". Kehadiran buku ini seolah menjadi pengingat bagi saya untuk selalu berteguh hati di dalam doa-doa. Saat perjalanan hidup tak mulus, penuh ujian, dan berbagai tumpukan masalah tak mampu diselesaikan dengan logika pikiran, di situlah ranah kekuatan doa berperan.

       Doa-doa yang kita lantunkan membawa kita untuk tawakal, mengembalikan segala urusan ke tangan-Nya, memohon petunjuk solusi yang terbaik dari-Nya. Tawakal jelas-jelas berbeda dengan hopeless. Tawakal adalah rasa berserah diri setelah beragam upaya dilakukan. Tawakal adalah meminta energi dan arahan untuk terus berikhtiar menjemput masa depan yang lebih baik. Sementara itu, anggapan berdoa sebagai simbol keputusasaan adalah kesimpulan orang-orang yang pikirannya hanya diisi dengan logika duniawi semata. Berdoa, berserah diri pada Allah tidak sama dengan putus asa. Justru doa-doa adalah perwujudan semangat untuk melewati berbagai etape kehidupan yang sulit dengan bimbingan-Nya, tak berorientasi pada hawa nafsu semata.

Storycake : Kekuatan Doa mejeng di TB. Gramedia se-Indonesia.

       Maka, di pengujung Ramadhan ini saya berdoa penuh khusyu' pada-Nya memohon agar diberi usia dan kesempatan bertemu Ramadhan tahun-tahun mendatang. Semoga Ramadhan tahun ini bukanlah Ramadhan terakhir dalam hidup saya. Saya masih berkeinginan menambah amal di masa-masa mendatang. Saat alunan takbir mulai berkumandang sore ini, saya kirimkan doa untuk keluarga dan orang-orang terkasih yang telah tiada. Semoga mereka damai di sisi-Nya. 

       Di akhir Ramadhan waktu kecil saya biasa menulis ucapan selamat hari raya pada lembar-lembar kartu lebaran. Sejak beberapa tahun lalu ketika HP dan internet menyerbu dunia, saya ikut arus, tak lagi berkirim kartu lebaran. Sejujurnya, saya tetap senang dan bahagia menerima sepucuk amplop berisi kartu cantik dan ucapan selamat hari raya. Sayangnya, tak ada lagi yang mengirim kartu-kartu lebaran untuk saya. (Hehe, lha saya juga nggak kirim kartu lebaran ke siapa-siapa....) Saya bersyukur menerima kiriman beberapa kartu lebaran via e-mail. Ya, zaman sudah berubah. Saat ini orang lebih menyukai hal-hal yang praktis. 

Salah satu kartu lebaran yang saya terima.

       Saya tetap bahagia membuka e-mail berisi ucapan selamat hari raya maupun kartu lebaran. Saya sendiri tak sempat mengirim e-mail kartu lebaran untuk sahabat-sahabat dekat maupun jauh (di mata ya, bukan di hati). Siang tadi, saya masih berbelanja beberapa kebutuhan lebaran untuk sanak-kerabat. Saya sebenarnya tak berniat membeli baju baru untuk berhari raya Idul Fitri. Baju lebaran saya tahun lalu belum saya pakai, masih tersimpan rapi di plastiknya. 

       Namun, usai berbelanja buku saya mencoba sebuah gamis dan...tumben ukurannya pas di tubuh. Biasanya, gamis-gamis di gerai busana muslimah selalu menjadi 'baju kebesaran' untuk ukuran tubuh saya yang agak tergolong mungil. Nah, ketika menemukan gamis yang ukurannya pas di tubuh membuat saya kegirangan dan membelinya. Kebetulan, warnanya saya suka, kemerahan. Ya sudahlah, anggap saja gamis tersebut sebagai hadiah karena saya sudah berhasil berpuasa sebulan penuh. Boleh kan?

Kartu lebaran dari Inspira Book.

       Pembaca, selamat Idul Fitri 1437 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah Swt. menerima segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan. Semoga kita bertemu Ramadhan tahun-tahun mendatang. Yuk mari, insya Allah besok saya mudik.