Tuesday, April 5, 2022

Review "Tales of the Caliph - Harun ar-Rasyid dan Cerita-Cerita Misterius yang Menakjubkan"

 



"Mengembara Bersama Khalifah Harun ar-Rasyid"


Judul buku : Tales of the Caliph - Harun ar-Rasyid dan Cerita-Cerita Misterius yang Menakjubkan
Penulis : Horatio Nelson Crellin (H.N. Crellin)
Penerjemah : Fahmy Yamani
Penerbit : PT Pustaka Alvabet
Ukuran : 13 X 22 cm
Tebal : 256 halaman
Cetakan : I, Agustus, 2020
ISBN : 978-623-220-088-3
Peresensi : Sri Juli Astuti


       Harun ar-Rasyid adalah khalifah legendaris dari Negeri Seribu Satu Malam, yang kekuasaannya di dunia nyata semegah tulisan dalam cerita fiksinya. Saat Harun berkuasa terbangun imperium muslim terkuat dan terbesar pada zamannya. Buku "Tales of the Caliph" berisi kisah-kisah tentang sisi lain Harun yang hobi 'keluyuran' di malam hari. Khalifah sering menyamar menjadi pedagang dengan ditemani Ja'far (wazir istana), serta Mesrur (petinggi militer).


       Khalifah Harun ar-Rasyid tak segan untuk 'blusukan' ke wilayah kerajaannya. Harun ingin memastikan bahwa kondisi di lingkungan kerajaannya aman, damai, kesejahteraan dirasakan seluruh rakyatnya. Ada 13 cerita apik yang termuat dalam buku. Kisah-kisah tersebut layak untuk disimak dan diambil hikmahnya.

       Kita pasti tak pernah menyangka bahwa penyamaran Harun tak selalu berlangsung baik-baik saja. Khalifah Harun pernah tertangkap gerombolan perompak, dibawa berlayar, dan terdampar di negeri lain. Khalifah Harun juga sering menemukan keculasan yang dilakukan oleh pejabat di daerah. Harun ar-Rasyid selalu berusaha untuk menegakkan kebenaran, menolong yang lemah, dan menghukum penguasa sombong yang menindas rakyat.

       Khalifah Harun menyebut aktivitas berkeliling di luar istana malam hari sebagai  'hiburan'  baginya. Keadilan dan sikap bijaksana Harun ar-Rasyid membuat dirinya tampil sebagai sosok yang mengayomi dan dirindukan kehadirannya hingga zaman now. Buku ini lebih asyik dibaca apabila dilengkapi ilustrasi/gambar yang menarik. Penyajian cerita-cerita dalam buku runut, mengundang rasa ingin tahu, serta menerbangkan imajinasi pembaca ke Negeri Seribu Satu Malam. Sebuah buku yang layak untuk dibaca serta dikoleksi.


       Buku cerita Islami yang bisa diperkenalkan untuk dibaca maupun dibacakan ke anak-anak. Adalah lebih bijak apabila anak-anak didampingi saat membaca buku. Mengapa? Sejumlah kata di dalam buku membutuhkan penjelasan dari orangtua. Suatu hal yang wajar karena setting/latar tempat cerita berlangsung berada di negeri yang berbeda dengan Indonesia. Cerita-cerita yang termuat dalam buku meluaskan cakrawala pandang pembaca. Bahwasanya seorang pemimpin bisa mengembara, menyaru sebagai rakyat, hingga mengetahui tentang kebenaran dan kejahatan yang terjadi dengan mata kepala sendiri. Sebuah contoh kearifan yang sangat layak untuk diteladani.



*) Catatan :

Resensi ini terpilih sebagai juara 1 di kegiatan #BacaBarengWISH Kementerian Keuangan RI pada hari Kamis, tanggal 14 April 2022. WISH = Women Islamic Studies Hub (Pusat Kajian Keislaman Wanita) di lingkup Kementerian Keuangan RI.









Saturday, March 19, 2022

Seminar Online Pagi : Menyapih Gadget, Kembali Membaca

       

       Apa aktivitas yang biasa saya lakukan di akhir pekan? Sebelum pandemi, saya biasa ikut pengajian, hadir ke seminar/talkshow/gathering, silaturahmi sambil belajar ke  rumah sahabat waktu sekolah, membaca, atau kulineran di sekitar Surabaya.


       Sejak ada wabah Corona, maka beberapa kegiatan harus disesuaikan. Pengajian, seminar, gathering berubah format, digelar secara onlineSilaturahmi juga cukup melalui media WA, DM, dan yang sejenis. Membaca dan menulis cukup di rumah, tidak perlu sambil ngopi di mallKulineran, diubah menjadi order pesan antar. Alhamdulillah, ada hal baik yang bisa tetap istiqamah saya jalani. Belajar, dan terus belajar.

 


       Hari ini, Sabtu, 19/03/2022 saya bisa ikut bergabung di seminar daring dengan narasumber Mbak Sinta YudisiaMateri yang disajikan berjudul "Menyapih Gadget, Kembali Membaca". Anda kepo bagaimana cara untuk kembali fokus membaca?


Saya uraikan kiat-kiat dari Mbak Sinta:

1) Jangan bersikap ekstrim;

Ajak anak-anak dan keluarga untuk kembali ke dunia membaca secara pelan, namun pasti, tidak perlu terburu-buru.


2) Ajak anak/keluarga hepi-hepi;

Lakukan kegiatan membaca dengan rasa senang serta bahagia, misalnya di waktu libur akhir pekan kita buat sesi happy reading.


3) Ajak beraktivitas yang mempersedikit gadget;

Buat aturan harian untuk menggunakan smartphone, misalnya 2 jam. Tetapkan waktu baca harian 1-2 jam/hari.


4) Membaca bersama;

Adakan forum baca dan diskusi tentang buku yang dibaca dalam keluarga.


5) Melakukan aktivitas literasi (buka kamus, bikin scrapbook, membaca plus membuat kliping koran, merapikan rak buku, menulis diary, menonton film terkait literasi);

Kegiatan seperti ini biasanya disukai anak-anak balita s.d praremaja. Kreativitas sangat diperlukan dalam menyemarakkan acara keluarga yang bernuansa seni. 


6) Doa tiada putus.

Tugas orangtua adalah selalu mengiringi langkah putra-putrinya dengan doa-doa. Doa yang sepenuh hati, setiap waktu, setiap saat, insya Allah mengantarkan pada ijabah-Nya.



       Belajar dan membangun jejaring persahabatan tetap bisa kita ikhtiarkan dalam kondisi yang berubah. Adalah niat kuat yang akan mendukung kemauan kita. Kita berada di era yang berbeda, sangat mudah mendapatkan ilmu serta informasi melalui gerak kemajuan teknologi. So, saya ucapkan terima kasih kepada komunitas "Ibu Pintar Sholihah" yang sudah mengadakan seminar berkualitas. Alhamdulillah, saya menerima banyak tambahan wawasan tentang cara-cara meminimalkan penggunaan gawai (gadget). Alhamdulillah, sarapan pagi saya (nasgor cabe ijo) terasa lebih nikmat karena ada siraman nutrisi penuh hikmah.

 



Saturday, February 19, 2022

Catatan Februari 2022

       Bulan sudah berganti. Januari berakhir, Februari hadir. Ada beberapa cerita di bulan ini yang ingin saya bagikan ya:

01) Wah, kok sudah Imlek lagi? Saya mengawali pagi hari dengan sarapan bubur ayam. Saya bersyukur saat ini ada layanan pesan antar. Jadi, pas badan kurang sehat, makanan bisa diantar tanpa kita harus pergi ke warung. Saya juga pesan beberapa ayam crispy buat kucing yang sering ke rumah. Hehe, mumpung tanggal muda ya Cing....

       Oya, saya menemukan guyonan seputar Imlek di grup wa. Saya share ya, biar kita bisa senyum sama-sama.


#Mukidi ikut imlek
Mukidi : "Cik, nanti Imlek ke rumahku yaa...."
Cik Amey : "Oke Muk, kowe open house ya?"
Mukidi : "Iya Cik, kan setahun sekali...."
Cik Amey : "Ngomong-ngomong, siapa yang Cina? Bapak atau ibumu?"
Mukidi : "HP-ku Cik...."
Cik Amey :
?????

       Hayo, siapa yang hapenya juga merek Cina? Kita tos ya. Trus, kita Imlekan. Nonton barongsai tah?


02) Saya sudah lama jarang datang ke hajatan. Sejak ada wabah covid-19, sebagian orang memilih menunda acara pernikahan, dan kegiatan sejenis. Alhamdulillah, siang ini saya dimudahkan hadir ke acara tetangga perumahan yang mantu putranya. Si Mase gagah tinggi besar. Mbake ayu tipluk-tipluk.
Wes, cocok lah yaw....

                                            
       Beberapa hari ini saya susah makan, biasa gangguan saluran pencernaan. Saya bersyukur di mantenan ketemu lontong sate. Alhamdulillah, saya bisa maem makanan yang empuk dan sesuai untuk badan yang kurang sehat. Konsep hajatan zaman now sepertinya nggak seribet waktu saya masih kecil. Saya melihat kesederhanaan malah membuat undangan merasa nyaman. Ada meja-meja dengan camilan, dan kue-kue yang bisa dimaem di tempat, atau dibawa pulang.


       Nah, saya tadi bawa pulang pisang, lemper, dan beberapa kue sajian. Oya, kita santap siang sambil mendengarkan lagu dari musisi yang diundang. "Apa kowe ora krasa tak batin saben dina...."
Yawes, rasah dibatin Mas, Mbak, langsung disanding wae.
Sip tenan pokoke...!!!


03) Setiap perbuatan baik insya Allah akan berbuah kebaikan pula. Kalau ingin menangkap ayam, jangan dikejar nanti kita akan lelah dan ayam pun makin menjauh. Berikanlah ia beras dan makanan, nanti dengan mudah ia datang dengan rela.


       Demikian pula halnya rezeki. Melangkahlah dengan baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu. Kita akan lelah tanpa hasil. Bersedekahlah, nanti rezeki akan datang menghampiri tepat waktu. Bila ingin memelihara kupu-kupu, jangan tangkap kupu-kupunya, pasti ia akan terbang. Tanamlah bunga​. Maka, kupu-kupu akan datang sendiri dan membentangkan sayap-sayapnya yang indah.


       Bahkan, bukan hanya kupu-kupu yang datang, tetapi kawanan yang lain juga datang, lebah, capung, dan lainnya akan menambah warna warni keindahan.​
Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini. ​Ketika kita menginginkan​ kebahagiaan dan keberuntungan, tanamlah kebaikan demi kebaikan, kejujuran demi kejujuran. Kebahagiaan dan keberuntungan akan datang karena dianugerahkan oleh Yang Mahakuasa. Selagi masih diberi hidup,​ mari kita bangun taman-taman bunga kita. Bunga kebajikan dan bunga kejujuran. Bagaimana menurut Anda?