Saturday, March 19, 2022

Seminar Online Pagi : Menyapih Gadget, Kembali Membaca

       

       Apa aktivitas yang biasa saya lakukan di akhir pekan? Sebelum pandemi, saya biasa ikut pengajian, hadir ke seminar/talkshow/gathering, silaturahmi sambil belajar ke  rumah sahabat waktu sekolah, membaca, atau kulineran di sekitar Surabaya.


       Sejak ada wabah Corona, maka beberapa kegiatan harus disesuaikan. Pengajian, seminar, gathering berubah format, digelar secara online. Silaturahmi juga cukup melalui media WA, DM, dan yang sejenis. Membaca dan menulis cukup di rumah, tidak perlu sambil ngopi di mall. Kulineran, diubah menjadi order pesan antar. Alhamdulillah, ada hal baik yang bisa tetap istiqamah saya jalani. Belajar, dan terus belajar.

 


       Hari ini, Sabtu, 19/03/2022 saya bisa ikut bergabung di seminar daring dengan narasumber Mbak Sinta Yudisia. Materi yang disajikan berjudul "Menyapih Gadget, Kembali Membaca". Anda kepo bagaimana cara untuk kembali fokus membaca?


Saya uraikan kiat-kiat dari Mbak Sinta:

1) Jangan bersikap ekstrim;

Ajak anak-anak dan keluarga untuk kembali ke dunia membaca secara pelan, namun pasti, tidak perlu terburu-buru.


2) Ajak anak/keluarga hepi-hepi;

Lakukan kegiatan membaca dengan rasa senang serta bahagia, misalnya di waktu libur akhir pekan kita buat sesi happy reading.


3) Ajak beraktivitas yang mempersedikit gadget;

Buat aturan harian untuk menggunakan smartphone, misalnya 2 jam. Tetapkan waktu baca harian 1-2 jam/hari.


4) Membaca bersama;

Adakan forum baca dan diskusi tentang buku yang dibaca dalam keluarga.


5) Melakukan aktivitas literasi (buka kamus, bikin scrapbook, membaca plus membuat kliping koran, merapikan rak buku, menulis diary, menonton film terkait literasi);

Kegiatan seperti ini biasanya disukai anak-anak balita s.d praremaja. Kreativitas sangat diperlukan dalam menyemarakkan acara keluarga yang bernuansa seni. 


6) Doa tiada putus.

Tugas orangtua adalah selalu mengiringi langkah putra-putrinya dengan doa-doa. Doa yang sepenuh hati, setiap waktu, setiap saat, insya Allah mengantarkan pada ijabah-Nya.



       Belajar dan membangun jejaring persahabatan tetap bisa kita ikhtiarkan dalam kondisi yang berubah. Adalah niat kuat yang akan mendukung kemauan kita. Kita berada di era yang berbeda, sangat mudah mendapatkan ilmu serta informasi melalui gerak kemajuan teknologi. So, saya ucapkan terima kasih kepada komunitas "Ibu Pintar Sholihah" yang sudah mengadakan seminar berkualitas. Alhamdulillah, saya menerima banyak tambahan wawasan tentang cara-cara meminimalkan penggunaan gawai (gadget). Alhamdulillah, sarapan pagi saya (nasgor cabe ijo) terasa lebih nikmat karena ada siraman nutrisi penuh hikmah.

 



Saturday, February 19, 2022

Catatan Februari 2022

       Bulan sudah berganti. Januari berakhir, Februari hadir. Ada beberapa cerita di bulan ini yang ingin saya bagikan ya:

01) Wah, kok sudah Imlek lagi? Saya mengawali pagi hari dengan sarapan bubur ayam. Saya bersyukur saat ini ada layanan pesan antar. Jadi, pas badan kurang sehat, makanan bisa diantar tanpa kita harus pergi ke warung. Saya juga pesan beberapa ayam crispy buat kucing yang sering ke rumah. Hehe, mumpung tanggal muda ya Cing....

       Oya, saya menemukan guyonan seputar Imlek di grup wa. Saya share ya, biar kita bisa senyum sama-sama.


#Mukidi ikut imlek
Mukidi : "Cik, nanti Imlek ke rumahku yaa...."
Cik Amey : "Oke Muk, kowe open house ya?"
Mukidi : "Iya Cik, kan setahun sekali...."
Cik Amey : "Ngomong-ngomong, siapa yang Cina? Bapak atau ibumu?"
Mukidi : "HP-ku Cik...."
Cik Amey :
?????

       Hayo, siapa yang hapenya juga merek Cina? Kita tos ya. Trus, kita Imlekan. Nonton barongsai tah?


02) Saya sudah lama jarang datang ke hajatan. Sejak ada wabah covid-19, sebagian orang memilih menunda acara pernikahan, dan kegiatan sejenis. Alhamdulillah, siang ini saya dimudahkan hadir ke acara tetangga perumahan yang mantu putranya. Si Mase gagah tinggi besar. Mbake ayu tipluk-tipluk.
Wes, cocok lah yaw....

                                            
       Beberapa hari ini saya susah makan, biasa gangguan saluran pencernaan. Saya bersyukur di mantenan ketemu lontong sate. Alhamdulillah, saya bisa maem makanan yang empuk dan sesuai untuk badan yang kurang sehat. Konsep hajatan zaman now sepertinya nggak seribet waktu saya masih kecil. Saya melihat kesederhanaan malah membuat undangan merasa nyaman. Ada meja-meja dengan camilan, dan kue-kue yang bisa dimaem di tempat, atau dibawa pulang.


       Nah, saya tadi bawa pulang pisang, lemper, dan beberapa kue sajian. Oya, kita santap siang sambil mendengarkan lagu dari musisi yang diundang. "Apa kowe ora krasa tak batin saben dina...."
Yawes, rasah dibatin Mas, Mbak, langsung disanding wae.
Sip tenan pokoke...!!!


03) Setiap perbuatan baik insya Allah akan berbuah kebaikan pula. Kalau ingin menangkap ayam, jangan dikejar nanti kita akan lelah dan ayam pun makin menjauh. Berikanlah ia beras dan makanan, nanti dengan mudah ia datang dengan rela.


       Demikian pula halnya rezeki. Melangkahlah dengan baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu. Kita akan lelah tanpa hasil. Bersedekahlah, nanti rezeki akan datang menghampiri tepat waktu. Bila ingin memelihara kupu-kupu, jangan tangkap kupu-kupunya, pasti ia akan terbang. Tanamlah bunga​. Maka, kupu-kupu akan datang sendiri dan membentangkan sayap-sayapnya yang indah.


       Bahkan, bukan hanya kupu-kupu yang datang, tetapi kawanan yang lain juga datang, lebah, capung, dan lainnya akan menambah warna warni keindahan.​
Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini. ​Ketika kita menginginkan​ kebahagiaan dan keberuntungan, tanamlah kebaikan demi kebaikan, kejujuran demi kejujuran. Kebahagiaan dan keberuntungan akan datang karena dianugerahkan oleh Yang Mahakuasa. Selagi masih diberi hidup,​ mari kita bangun taman-taman bunga kita. Bunga kebajikan dan bunga kejujuran. Bagaimana menurut Anda?






Friday, January 7, 2022

Hadiah Januari 2022


       Apa hadiah yang Anda bagikan di awal tahun 2022? Apa hadiah yang biasa Anda berikan saat teman atau sahabat berkunjung ke rumah? Saya biasa memberi buku untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Alhamdulillah, sejak tahun 2013-an saya kembali menekuni dunia tulis-menulis. Saya baru menghasilkan 1 buku solo, dan sekitar 65 buku antologi (menulis bersama).

       Salah satu buku yang sering saya berikan sebagai cinderamata adalah "Storycake for Your Life: Kekuatan Doa". Buku ini lahir dari sebuah kolaborasi. Naskah/tulisan di dalam buku merupakan hasil lomba menulis yang diselenggarakan Indscript. Para penulisnya ibu-ibu (wanita) yang menyukai dunia literasi (menulis). Kita tak berinteraksi secara langsung di dunia nyata. Namun, kita akrab, serta saling berbagi ilmu melalui ruang maya. Begitulah the power of emak-emak, tanpa bertatap muka tetap mampu menghasilkan karya. Hebat kan? Sebuah kisah lama yang layak jadi pembuka layar tahun baru 2022.


       Indscript berkolaborasi dengan Penerbit Gramedia. Hasilnya, buku Storycake Kekuatan Doa sempat mejeng di toko-toko buku Gramedia. Gramedia berkolaborasi dengan Amazon. Hingga, Storycake Kekuatan Doa dipasarkan secara internesyenel (internasional). Minggu ini, saya memutuskan membaca ulang Storycake Kekuatan Doa. Ada rasa haru, syukur, maupun doa yang kembali hadir. Hidup tak melulu mengejar duniawi dengan segala rupa aksi. Hidup ini butuh bimbingan serta bantuan-Nya melalui doa-doa sebagai pengiring langkah.


       Doa adalah harapan yang kita mohon hadir dalam kehidupan.
Doa adalah penguat langkah kala sakit dan kesulitan. Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, serta cahaya langit dan bumi. Doa bisa kita lantunkan sepanjang perjalanan hidup, saat lapang maupun susah. Doa mampu menumbuhkan rasa damai dalam hati. Namun, ada satu doa yang saya takuti. Doa orang teraniaya. Kenapa? Doa orang yang dizalimi itu tak ada hijab dengan Allah.  Insya Allah, doa tersebut dikabulkan-Nya. Itu sebabnya, saya berusaha selalu berbuat baik, agar senantiasa dalam keselamatan.



       Doa orang yang terzalimi itu dibawa ke atas awan, dibukakan pintu langit, dan bertemu dengan kemuliaan Tuhan.  Akhirnya, doa akan diijabah, wujud keadilan Tuhan. Saya biasa membaca ulang Storycake Kekuatan Doa sebagai pengingat atas anugerah Allah SWT, tambahan usia. Para penulis dan penerbit Storycake Kekuatan Doa bukan kaleng-kaleng. So, buku ini layak dibaca serta dikoleksi. Harapan saya, buku kami bisa menginspirasi para pembacanya untuk senantiasa menghadirkan doa-doa di setiap langkah kehidupan.





*) Note ;
Saya baca buku sambil nyamil kulit ayam crispy kiriman tetangga.
Alhamdulillah.