Wednesday, November 9, 2016

Menggali Potensi Umat


Prof. Didin Hafidhudin di acara HBH donatur YDSF Surabaya.

Halal Bihalal donatur YDSF Surabaya, Ahad, 24-07-2016
Masjid Al-Falah Surabaya
Pembicara : Prof. Didin Hafidhudin


       Indonesia adalah sebuah negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam (muslim). Namun, Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi umat Islam yang luar biasa tersebut di semua lini kehidupan.

Ada 5 potensi umat Islam, yaitu :

1. Potensi ajaran (manhajul hayat/kurikulum kehidupan)

Islam mengajarkan nilai-nilai kebaikan bagi kehidupan umat manusia. Tujuan ajaran Islam adalah terciptanya kesejahteraan dalam masyarakat. Ada sebuah surat pendek di dalam kitab suci Al-Qur'an yang mengajarkan tentang upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, surat Quraisy.

Berikut ini terjemahan QS. Quraisy :
(1) Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
(2) (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
(3) Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah),
(4) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.

Ayat ke-2 surat Quraisy menjelaskan bahwa orang-orang Quraisy biasa mengadakan perjalanan terutama untuk berdagang ke Negeri Syam pada musim panas dan perjalanan ke Negeri Yaman pada musim dingin. Perjalanan dalam rangka berdagang ini ditujukan untuk membangun kesejahteraan lewat sektor perekonomian.

Dari apa yang tertulis di surat Quraisy di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekonomi yang dilakukan mutlak diperlukan untuk bertumbuhnya kesejahteraan hidup dalam masyarakat. Seorang muslim harus berusaha untuk memiliki pekerjaan (penghasilan) agar bisa mandiri dan menciptakan kemakmuran bagi keluarga serta masyarakat dalam lingkup yang lebih luas. 

Kondisi masyarakat yang sejahtera, aman, dan tenteram memungkinkan ajaran Islam untuk diterapkan dalam kehidupan. Dengan demikian ajaran Islam dapat berperan sebagai kurikulum kehidupan yang dipergunakan sebagai pedoman mengatur segala urusan demi terwujudnya kemaslahatan umat manusia.


2. Potensi umat

Umat Islam di Indonesia berada di posisi teratas dalam hal kuantitas (jumlah). Satu hal penting yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas umat Islam agar mampu berkiprah lebih baik dalam kancah kehidupan.

Beberapa tujuan peningkatan kualitas umat Islam adalah :
a) Terciptanya ulama-ulama yang berilmu dan berani mengatakan bahwa yang benar adalah benar
b) Melahirkan calon-calon pemimpin yang memiliki kemampuan untuk berdakwah
c) Tumbuhnya orang-orang kaya Islam yang memiliki kepemurahan (dermawan)
d) Timbulnya rasa kejujuran di kalangan pegawai (birokrat yang tidak suka korupsi)
e) Hadirnya doa-doa kebaikan dari para fakir yang ahli ibadah

Satu poin yang perlu diulas lebih dalam adalah huruf c, rujukannya adalah QS. 30 : 39 (QS. Ar-Rum ayat 39) :
"Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridhoan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)."

Apabila umat Islam semakin banyak yang memiliki rasa kedermawanan, menunaikan ZIS (zakat, infaq, sedekah), maka dana yang terkumpul bisa dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran, serta pembangunan dalam masyarakat.


Prof. Didin menjawab pertanyaan dari para jamaah.

 3. Potensi sumber daya alam

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam sangat luar biasa. Bumi dan tanah yang subur, udara yang segar, air melimpah, kekayaan alam tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Apabila sumber daya alam dan segala potensi kekayaan di negara kita dikelola dengan amanah, baik dan benar, maka tumbuhlah masyarakat yang makmur, aman, serta sejahtera. Baldatun thayibatun wa Rabbun ghafur. Negeri yang damai dalam naungan keridhoan Allah Swt.


4. Potensi sejarah

Bentangan lembaran sejarah di Indonesia mencatat tentang perjuangan ulama bersama umat Islam untuk membangun Negara Indonesia. Di masa penjajahan (Belanda+Jepang), umat Islam menjadi pelopor perjuangan untuk meraih kemerdekaan melalui semangat berjihad di jalan Allah Swt. Di zaman modern ini, semangat umat Islam untuk meneruskan perjuangan lewat pembangunan patut terus dipelihara. Potensi sejarah tentang peran besar umat Islam di Indonesia selayaknya dijadikan acuan untuk tetap menjaga ghirah dan arah tujuan mewujudkan kemakmuran umat.

Di dalam Islam berpolitik itu diperkenankan. Politik dalam Islam disebut siyasah, artinya mengendalikan. Maksudnya, umat Islam harus mampu mengendalikan laju jalannya roda pemerintahan supaya kehidupan bisa sejalan dengan aturan (hukum) Islam (nilai-nilai Al-Qur'an). Sejarah juga telah menunjukkan para tokoh negarawan yang berjuang mengantarkan Indonesia merdeka adalah muslim-muslim cerdas yang ahli berpolitik. Politik biasanya identik dengan hadirnya perubahan. Umat Islam bisa memulainya dari hal yang kecil terlebih dahulu, memulai perubahan (kebaikan) dari diri kita sendiri.


5. Potensi pertolongan dari Allah (nasrullah)

Segala upaya yang diperjuangkan umat Islam untuk membangun peradaban yang Islami (masyarakat madani) tak akan sia-sia. Allah Swt. berjanji untuk memberikan pertolongan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha mewujudkan masyarakat yang Qur'ani.

Berikut ini penggalan terjemahan QS. 4 : 141 (QS. An-Nisa' ayat 141):
"Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman."

Oleh karena itu, umat Islam jangan berputus asa dan berhenti berbuat kebaikan, mengajak menegakkan kebenaran dan keadilan, serta bersungguh-sungguh berupaya mewujudkan masyarakat yang Islami. Umat Islam tak perlu lari apabila dihadang kesulitan, karena Allah Swt. menjamin menurunkan pertolongan-Nya.

Ada 4 keistimewaan dalam Al-Qur'an yang bisa membuatnya menjadi solusi (datangnya pertolongan Allah) :
a) Menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan harian
b) Mencoba menghafalkan Al-Qur'an
c) Tadabur makna yang terkandung dalam Al-Qur'an
d) Diamalkan dalam kehidupan sehari-hari


       Islam yang kaafah (menyeluruh) seringkali dianggap sebagai Islam yang ekstrem oleh masyarakat awam. Hal ini tidaklah benar. Istilah Islam ektrem muncul dari kelompok orang-orang yang tidak senang dengan Islam. Islam yang kaafah adalah ajaran Islam yang dijalankan dengan baik, lurus, secara menyeluruh sesuai ayat-ayat yang tertulis dalam kitab suci Al-Qur'an. Islam kaafah bukanlah Islam yang radikal (menggunakan cara-cara kekerasan). Islam kaafah adalah Islam yang rahmatan lil 'alamin, menjadi rahmat bagi semesta alam. Semoga 5 potensi besar yang dimiliki umat Islam Indonesia mampu membangkitkan semangat kaum muslim Indonesia untuk terus bersinergi meningkatkan kualitas umat agar bisa menjadi khalifah yang adil di muka bumi.







Tuesday, October 25, 2016

Bersahabat dengan Si Manis : Kenali, Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes Mellitus


Diabetes bisa dicegah sejak dini.

       Si Eneng mah geulis atuh. Si Mbak manis banget deh. Pujian semacam ini pasti disukai banyak gadis maupun kaum wanita. Namun, topik yang hendak ditulis di sini bukanlah kemanisan rupa (wajah). Si Manis yang akan diulas adalah diabetes mellitus yang akrab disebut dengan istilah kencing manis. Mengapa kita perlu mengenal dan bersahabat dengan Si Manis? Salah satu alasannya, berdasarkan data IDF (International Diabetes Federation) tahun 2014 dan 2015 Indonesia ini menduduki peringkat ke-5 negara di dunia dengan pengidap diabetes terbanyak (9,1 juta pasien penderita diabetes). Nah lo! Kita jadi perlu mengenal 'Si Manis' yang diam-diam membahayakan bukan? Baiklah, mari kita mencoba mengenal lebih baik karakter dan upaya mencegah diabetes agar tidak menyerang tubuh kita.

~ Mengenal Diabetes Mellitus

       Diabetes bukanlah penyakit kekinian karena sudah muncul sejak zaman baheula (Sebelum Masehi). Sejarah mencatat pada abad pertama Masehi, seorang dokter Jerman (Aretaeus) telah menulis tentang penyakit yang penderitanya mengeluarkan urin manis. Penyakit tersebut dinamai diabetes. Kemudian, pada abad ke-17 ditambahkan kata berbahasa Latin Mellitus yang artinya madu, karena urin penderitanya bersifat manis.

       Diabetes adalah suatu kondisi di mana terlalu banyak glukosa (gula) di dalam darah seseorang. Diabetes terjadi saat pankreas tidak mampu lagi memproduksi insulin, atau insulin yang dihasilkan tidak bisa berfungsi dengan baik.Diabetes menjadi lebih berbahaya apabila sudah kronis dan menimbulkan komplikasi dengan darah tinggi serta kolesterol tinggi. Gabungan dua unsur buruk (darah tinggi dan kolesterol tinggi) dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf. Maka penyakit-penyakit seram lainnya ikut berpartisipasi di dalam tubuh penderita diabetes, seperti jantung, stroke, ginjal, masalah mata, maupun infeksi (luka yang berakibat pembusukan).

Jenis Diabetes Mellitus

Ada 3 jenis diabetes yang perlu kita kenali, yaitu :

1. Diabetes Tipe 1
Penyakit ini terjadi ketika pankreas tidak mampu (berhenti) memproduksi insulin. Tanpa kehadiran insulin, sel-sel tubuh tidak bisa mengubah glukosa menjadi energi. Konsekuensinya, tubuh akan membakar lemaknya sendiri. Hal ini berakibat timbulnya senyawa kimia yang berbahaya di dalam darah penderita. Untuk mengatasinya, penderita diabetes tipe 1 perlu mendapatkan suntikan insulin sesuai yang disarankan dokter. Penyakit diabetes tipe 1 bisa menyerang usia berapa saja, terutama orang-orang di bawah usia 30 tahun, termasuk anak-anak.

2. Diabetes Tipe 2
Penyakit ini timbul apabila pankreas tetap menghasilkan insulin namun dalam jumlah yang tidak mencukupi atau tidak mampu berfungsi secara efektif. Diabetes jenis ini muncul dari gabungan faktor-faktor genetis, penuaan, serta kondisi lingkungan. Kasus diabetes tipe 2 paling banyak terjadi (85-90 % diderita pasien diabetes). Biasanya, diabetes tipe 2 diderita oleh orang lanjut usia, meski saat ini anak-anak dan kalangan muda juga bisa mengidapnya yang dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup.

3. Diabetes Gestational
Penyakit ini biasanya muncul pada wanita di saat menjalani kehamilan. Secara umum, kondisi stres dan perubahan hormon pada wanita hamil bisa memicu terjadinya peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Oleh karena itu, ibu hamil yang mengidap diabetes dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter secara rutin dengan tujuan memonitor kadar gula darah dan mengatur asupan nutrisinya agar kondisi gula darah menjadi normal selama masa kehamilan. Diabetes jenis ini bisa sembuh sendiri setelah wanita melahirkan. Namun, apabila ibu hamil tidak menangani penyakitnya dengan baik, dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan dia bisa mengidap diabetes tipe 2.

Makanan manis bisa memicu penyakit diabetes mellitus. 



Kenali Tanda Diabetes

Berikut ini tanda-tanda seseorang mengidap diabetes :
 1. Sering merasa kelelahan
 2. Sering merasa lemas tanpa penyebab
 3. Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas
 4. Selalu merasa haus
 5. Sering buang air kecil (BAK)
 6. Apabila terluka sulit sembuh (kering)
 7. Sering sakit kepala
 8. Sering kram pada kaki
 9. Pandangan mata buram
10. Infeksi kulit dan gatal-gatal
11. Suasana hati mudah berubah-ubah.

       Penderita diabetes tipe 1 biasanya mudah mendeteksi kedatangan tanda-tanda diabetes masuk dalam tubuhnya. Kondisi yang berbeda terjadi pada penderita diabetes tipe 2, gejala-gejala awalnya sering tidak terasa, sehingga dianggap sebagai proses penuaan yang wajar. Oleh karena itu, cek kondisi kesehatan serta tes darah secara rutin perlu dan penting dilakukan.

Kenali Faktor Risikonya

Ada beberapa cara untuk mengenali dan menjadi 'rambu-rambu' untuk berhati-hati agar terhindar dari serangan diabetes :

1. Sejarah keluarga
Apabila ada orangtua atau kakek-nenek yang mengidap diabetes, hal ini sebaiknya menjadi peringatan bagi kita untuk berhati-hati dan mengatur pola makan. Sebab, faktor keturunan bisa menjadi salah satu cara turunnya penyakit dari keluarga ke keturunannya. Diabetes memang bukan penyakit keturunan. Namun, memiliki orangtua yang mengidap diabetes, bisa membuat keturunannya memiliki kemungkinan menderita diabetes lebih cepat dibandingkan orang dari keluarga yang tidak memiliki riwayat orangtua penderita diabetes.

2. Berusia di atas 55 tahun
Penyakit lazimnya mengunjungi orang yang sudah mulai lanjut usia, karena daya tahan tubuhnya mulai melemah. Diabetes senang mendatangi kaum manula ini.

3. Berusia di atas 44 tahun dan obesitas
Obesitas (kegemukan) adalah lahan subur tumbuhnya penyakit diabetes.

4. Mengidap penyakit jantung
Penyakit jantung seringkali senang berteman dengan penyakit-penyakit lain, termasuk diabetes.

5. Kurang senang bergerak
Mager alias malas gerak adalah magnet yang kuat untuk menarik datangnya penyakit dalam tubuh. Tubuh yang jarang dilatih menjadi lamban, loyo, dan tidak bugar. Kondisi seperti ini disukai diabetes dan kawan-kawannya untuk tumbuh di sana.


~ Pencegahan Diabetes Mellitus

       Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Itu bunyi petuah yang sudah sangat sering kita dengar. Masalahnya, bisakah kita menghindar dari diabetes yang tak kasat mata ini? Bisa, jika kita bersungguh-sungguh berupaya menjaga kondisi tubuh dari penyakit jahat yang perlahan-lahan merusak tubuh.

Ada 2 upaya pencegahan yang bisa dilakukan :

1. Pencegahan primer (aktif secara fisik)

Setelah cek kesehatan dan tes darah, aktif bergerak adalah salah satu sarana mencegah diabetes. Kita tak perlu melakukan olah raga yang berat-berat, cukup aktivitas rutin 30 menit setiap hari. Kita bisa berjalan-jalan, lari pagi, bersepeda, atau melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah. Mengapa aktivitas fisik penting? Hal ini perlu dilakukan agar organ-organ tubuh tetap berfungsi dengan baik, bugar, dan memiliki daya tahan dari serangan penyakit. Bagi orang yang sudah terjangkit diabetes (diabetesi), kegiatan fisik bisa mengurangi risiko kegemukan. Kegemukan adalah pemicu datangnya penyakit jantung.

2. Pencegahan sekunder (pola makan sehat)

Konsumsi makanan sehat dalam porsi yang tepat sesuai kebutuhan tubuh mampu membuat tubuh kita tetap sehat dan bugar. Tubuh yang sehat, bugar, dan terjaga dari asupan makanan yang merusak diharapkan membuat kita tidak terjangkit penyakit. Pola makan sehat butuh pembiasaan sejak dini. Jika kita sudah terbiasa mengonsumsi makanan tidak sehat, segera ubah kebiasaan tersebut dengan beralih ke pola makan yang baik. Perbanyak makan buah, sayur, dan minum air putih. Kurangi makanan yang menjadi penyebab menumpuknya kadar gula, kolesterol, dan lemak buruk dalam tubuh. Mulai kebiasaan ini hari ini juga.

Rutin cek kesehatan untuk mencegah diabetes mellitus.
 

~ Obati dan Lawan Diabetes Mellitus

       Sepandai-pandai tupai meloncat akhirnya jatuh juga, arti pepatah ini pasti sudah dipahami banyak orang. Ya, meski kita sudah berusaha berhati-hati, adakalanya terpeleset juga. Kita sudah berupaya menjaga tubuh dengan rajin bergerak, mengatur dan menganut pola makan sehat, rutin cek kesehatan, ternyata terkena diabetes juga. Terus, bagaimana ini? Ya sudah, kita terima saja. Solusinya, kita obati dan lawan diabetes sekuat tenaga agar penyakit yang kita derita tidak semakin parah.

Ada minimal 3 upaya untuk mengobati dan melawan diabetes :

1. Lakukan pengobatan rutin ke dokter
Seorang dokter yang ahli di bidang penyakit diabetes akan melakukan pemeriksaan kondisi tubuh pasien diabetesi. Dokter akan memberikan resep obat untuk mengobati diabetes sesuai level yang diderita pasien. Dokter biasanya juga menganjurkan pasien menjalani diet sesuai kondisi tubuh dan tingkatan penyakitnya. Pemeriksaan dan pengobatan rutin diharapkan mampu membuat seorang penderita diabetes kembali sehat atau sembuh dari penyakitnya.

2. Lakukan kegiatan fisik
Kegiatan fisik secara teratur tidak harus dalam bentuk olah raga. Kita bisa menyapu rumah, naik-turun tangga untuk menjemur cucian, atau mengepel lantai rumah. Sederhana kan? Yang terpenting, usahakan 30 menit setiap hari secara rutin kita melakukan kegiatan dengan bergerak. Latihan fisik yang teratur membantu hormon insulin di dalam tubuh bekerja secara efektif, tak hanya saat kita berlatih, namun selama 12 s.d 24 jam berikutnya. Kegiatan fisik ini mengurangi risiko penderita diabetes menjadi obesitas dan menimbulkan komplikasi dengan penyakit-penyakit lainnya.

3. Pola makan sehat
Penderita diabetes dianjurkan untuk menata pola makan dengan asupan yang memiliki nutrisi menyehatkan. Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu :
- meminimalkan asupan gula
- mengurangi asupan garam
- memilih lemak baik, bukan lemak yang jahat
- memilih karbohidrat kompleks
- memperbanyak konsumsi sayur, buah-buahan, dan minum air putih
Makanan yang sehat diharapkan membantu tubuh menyerap nutrisi yang diperlukan, yang perlahan-lahan membuat kondisi tubuh mampu kembali berfungsi normal.

       Demikianlah sahabat kita Si Manis ternyata belum tentu bisa membuat kita tersenyum manis. Terlebih, saat ini biaya berobat dan harga obat-obatan relatif mahal. Si Manis bisa jadi malah membuat kita tersenyum kecut, karena biaya sehat ternyata cukup mahal. Sekali lagi, pencegahan lebih baik dibandingkan pengobatan. Setelah mengenal sahabat kita-diabetes mellitus-kita bisa melihat kondisi tubuh, melakukan cek kesehatan, kemudian bertindak. Jika tubuh kita sehat (tidak mengidap diabetes), selamat! Kita perlu mempertahankan kondisi kesehatan dengan merawat kebugaran, serta mengonsumsi makanan sehat. Jika kita telanjur mengidap diabetes, kita terima dengan lapang hati. Kita berobat ke dokter, rajin beraktivitas fisik, memperbaiki pola makan dengan pola makan sehat bergizi plus diet apabila diperlukan.

       Akhirnya, semoga tulisan ini bermanfaat. Diabetes adalah sahabat yang 'setia' pada tubuh. Maksudnya, jika sudah mampir ke tubuh seseorang diabetes enggan meninggalkannya. Semoga pengetahuan kita tentang diabetes membuat kita sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Sehat itu murah apabila kita paham cara-cara menjaganya. Sakit itu mahal karena menguras dana, dan bisa menjadi beban bagi orang lain (keluarga). Jangan bangga menjadi peringkat ke-5 dunia di bidang penyakit. Banggalah apabila kita menjadi 5 besar negara dengan kondisi kesehatan masyarakat yang berkualitas. Mari kita jaga tubuh kita dari serangan diabetes. Salam sehat adalah salam antidiabetes!








Sunday, September 25, 2016

Great Moments with Allianz + Nakita


Rezeki seorang blogger, diundang seminar.

       Rasa bahagia buat saya sering muncul dalam wujud yang bersahaja. Salah satunya, saat di bulan September ini saya menerima e-mail berisi undangan seminar dari PT. Allianz Indonesia dan Tabloid Nakita. Melihat judul dan penggagasnya, saya hampir bisa memastikan acaranya seru dan asyik. Jadi, saya berusaha meluangkan waktu untuk hadir di seminar bertajuk "Great Moments with Allianz-Nakita". Tema yang dipilih oleh penyelenggara adalah : #DareToLiveMore Mewujudkan Pendidikan Terbaik untuk Buah Hati, dan #BeraniMelangkah Beri Nutrisi Tepat untuk Masa Depan Anak.

Games sebelum acara seminar dimulai.
       Seminar yang bertujuan untuk berbagi ilmu dan mengedukasi masyarakat ini merupakan bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility) yang digelar oleh PT. Allianz Indonesia bekerjasama dengan Tabloid Nakita. Pilihan temanya seputar dunia pendidikan dan pengasuhan anak. Ehm, kurang lebihnya tema tersebut memang cocok dengan muatan dalam blog saya. Jadi, suatu hal yang wajar apabila saya diundang untuk mendapatkan tambahan ilmu dan bahan liputan untuk mengisi blog Taman Berbagi Cerita. Yang jelas, saya senang pakai banget, bisa bertemu teman-teman blogger plus teman-teman baru, mendapat tambahan ilmu + goodie bag, serta memperluas wawasan.

Saya bersama blogger KEB Surabaya.
       Maka Sabtu pagi 24 September 2016, saya berangkat dari Sidoarjo ke Hotel Harris Gubeng, Surabaya. Saya sempat galau karena khawatir terlambat datang. Ternyata, saya tidak telat. Saat tiba di hotel, acara masih diawali dengan beberapa permainan (games) untuk para undangan yang hadir. Saya memilih melihat buku-buku yang dipajang di stan buku yang ada. Akhirnya, saya membeli sebuah buku tentang pendidikan karakter untuk mendidik anak di zaman global.

       Akhirnya, seminar pun dimulai. Bayu Oktara sebagai MC membuka acara dengan menyapa hangat para peserta seminar dengan busana bernuansa biru. Di acara ini hadir 2 orang pembicara, yaitu : dr. Mira Irmawati, Sp.A (K) dan Bapak Didin Komara (dari Allianz). Ups lupa, sebelum memasuki ballroom para peserta diminta foto terlebih dahulu di booth yang disediakan. Saya melihat banyak ibu dan anak yang berpose keren di depan fotografer. Nah, saya juga ikut foto dong! Mumpung ada yang motoin, gratis lagi. Ihiirrr!

Bayu Oktara membuka acara seminar.
        Setelah sambutan dari penyelenggara acara (PT. Allianz), sesi sharing ilmu dibuka. Di sesi pertama, dr. Mira berbagi cerita tentang pentingnya nutrisi dan stimulasi di masa tumbuh kembang seorang anak. Ibu dokter yang cantik ini menjelaskan banyak hal yang berhubungan dengan optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan kehidupan pada anak-anak. Ada hal menarik yang diajarkan, yaitu pemilihan snack (camilan) untuk anak-anak. Camilan yang sehat dan menarik turut menunjang asupan gizi bagi anak-anak.
      
Pemenang live tweet dan posting FB terbaik.
       Sesi kedua diisi oleh Bapak Didin Komara dengan materi seputar persiapan dana pendidikan untuk buah hati. Pendidikan tinggi membutuhkan dana yang relatif besar. Orangtua perlu memikirkan cara-cara untuk menyediakan dana pendidikan dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan cita-cita buah hati. Allianz menawarkan beberapa solusi untuk mendapatkan dana pendidikan anak secara tepat waktu serta dalam jumlah yang mencukupi (sesuai kebutuhan).

Oleh-oleh untuk peserta : goodie bag + pisang.
       Usai materi seminar diberikan, para peserta antusias mengajukan pertanyaan kepada para pembicara di sesi tanya-jawab. Acara dilanjutkan dengan kuis untuk semua peserta, pemberian cinderamata untuk pembicara, hadiah untuk pemenang live tweet dan posting FB terbaik, serta pembagian doorprize. Ada yang unik di seminar kali ini. Salah satu hadiah yang diberikan berupa bingkisan berisi buah-buahan. Keunikan lain, isi goodie bag mendapat sumbangan buah pisang dari sponsor. Wah, biar tambah sehat nih? Oya, para peserta bisa mengambil foto masing-masing sebagai kenang-kenangan untuk dibawa pulang. 

Isi goodie bag : ada pisangnya.


       Seperti biasa, acara seminar diakhiri dengan sesi foto bersama dengan para pembicara dan santap siang. Saat menikmati makan siang, saya terharu melihat seorang ibu yang duduk di depan saya. Saya melihat seorang ibu muda sedang menikmati makan siangnya, sambil memangku anak batita. Ibu yang lebih sepuh segera mengambil si bayi dari ibu muda (entah putri kandung atau menantunya), meminta si ibu muda untuk makan terlebih dahulu. Ibu yang sepuh ini menyuapi si batita, mengabaikan nasi dan lauk di piringnya. Sebuah contoh nyata tentang kasih sayang seorang ibu yang teramat dalam.

       Well, terimakasih PT. Allianz Indonesia dan Tabloid Nakita buat undangannya. Materi seminarnya sangat bermanfaat. Semoga saya diundang lagi di kegiatan lainnya.