Tuesday, October 13, 2015

Jumpa Blogger Sun Life Financial di Surabaya


Para blogger siap menimba ilmu.

       Suatu sore di bulan September, seorang teman dari KEB mencolek saya lewat pesan di FB. Saya mulai mengisi blog ini tahun 2013, namun saya baru bergabung dalam komunitas (KEB) awal tahun 2015. KEB (Kumpulan Emak Blogger) adalah komunitas blogger yang beranggotakan wanita semua (emak-emak). Si teman (Emak Yuniari) mengajak saya untuk turut hadir pada acara "Jumpa Blogger Sun Life" di Rocca Resto, Artotel Surabaya tanggal 12-09-2015. Alhamdulillah, undangan untuk sebuah acara yang menarik dan menambah ilmu tentu layak untuk diterima.

       Siang itu, usai menempuh jarak Sidoarjo-Surabaya yang lumayan jauh, saya bertemu teman-teman dari beberapa komunitas blogger di Surabaya. Awalnya, saya mengira komunitas blogger Kota Pahlawan hanya TPC (Tugu Pahlawan dotcom) saja. Ternyata, ada beberapa komunitas blogger selain TPC yang eksis di Surabaya. Saya jelas menyebut KEB sebagai induk semang kelompok blogger yang saya ikuti. Lha, saya aktifnya juga baru di KEB saja.

       Berbeda dengan kebanyakan acara lainnya, undangan dari Sun Life ini diawali dengan makan siang. Panitia acara sungguh sangat memahami kondisi para undangan. Acara dimulai pukul 12.00 WIB yang jelas-jelas menunjukkan jam makan siang bagi masyarakat Indonesia. Jadi, setelah registrasi para blogger dipersilakan langsung ke tempat prasmanan makan siang di Rocca Resto, Artotel. Menu makan siangnya lumayan enak, ditambah camilan lumpia Semarang dan beberapa jenis minuman. Wah, jadi blogger ternyata menyenangkan. Jika sering dapat undangan makan-makan gratis, ya uenak tenan!

       Setelah hampir semua blogger datang dan selesai makan siang, acara "Jumpa Blogger Sun Life" di Surabaya dimulai. Oya, sebelum materi diberikan para blogger diminta mengisi lembar pre-test tentang pemahaman pengelolaan keuangan. Acara dibuka oleh mbak dan mas pembawa acara dengan wajah ceria dan antusias. Dalam kegiatan jumpa blogger ini Sun Life Financial berusaha memberikan edukasi di bidang keuangan kepada para blogger Surabaya. Oleh karena itu, tema yang dipilih adalah "Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak". Pembicara yang diundang adalah seorang financologist yang cukup berpengalaman, Alviko Ibnugroho. Alviko dikenal sebagai pengasuh rubrik konsultasi keuangan di beberapa media, narasumber berbagai seminar dan pelatihan, konsultan Second Career dan konsultan purnabakti Indonesia, serta sudah mengantongi 3.000 jam mengajar plus pelatihan.


Sherly Gie dan Alviko Ibnugroho.

       Pembicara pertama yang membagikan ilmunya adalah Shierly Ge selaku Head of Marketing Sun Life. Bu Shierly memperkenalkan tentang Sun Life Financial, sebuah perusahaan asuransi dari negara Kanada yang telah berdiri selama 150 tahun. Sun Life Financial hadir di Indonesia dengan tujuan untuk membantu masyarakat Indonesia agar lebih sejahtera melalui manajemen keuangan (kekayaan) yang baik. Bu Shierly memaparkan visi dan misi Sun Life serta membagikan info tentang produk-produk asuransi yang dimiliki Sun Life. Sun Life Financial dapat dikunjungi di situs : http://www.sunlife.com/. Sementara itu, website Sun Life Financial Indonesia bisa diakses di : http://www.sunlife.co.id/indonesia?vgnLocale=in_ID. Beberapa penghargaan yang diraih Sun Life Financial Indonesia bisa dilihat di : http://www.sunlife.co.id/indonesia/About+us/Awards?vgnLocale=in_ID. Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Sun Life berusaha menjawab tantangan yang ada. Unit Usaha Syariah PT Sun Life Financial Indonesia memperoleh penghargaan bergengsi dalam ajang “Global Banking and Finance Review Awards” untuk kategori : “Best Family Takaful Provider Indonesia 2015”.


Blogger Surabaya tekun menyimak acara.
       Saya salut dan mengacungkan jempol untuk Sun Life Financial Indonesia yang memiliki pendekatan berbeda dibandingkan perusahaan asuransi lainnya. Perusahaan asuransi pada umumnya langsung menghubungi kontak calon nasabah, memberi penjelasan berbagai produk, dan mengajak calon nasabah mengambil salah satu program asuransi yang ditawarkan. Sun Life memiliki pendekatan dan inovasi yang lebih baik. Para blogger (yang bisa dijadikan calon nasabah) diberi wawasan tentang Sun Life Financial beserta program dan keunggulannya, serta ilmu tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik agar hidup sejahtera. Sun Life tidak memburu mengejar calon nasabah dengan menghubungi satu persatu dan meminta agar mereka membeli produk asuransi. Sun Life justru membuka lomba menulis di blog untuk menyebarkan ilmu dari acara Jumpa Blogger yang digelar. Tak lupa, Sun Life memberikan hadiah untuk blogger yang tulisannya terpilih sebagai juara.

       Pembicara utama di sesi kedua adalah Alviko Ibnugroho dengan materi "Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak". Materi yang diberikan Alviko menyangkut 8 'dosa' (kesalahan) yang lazim dilakukan masyarakat. Bahasan lengkapnya bisa dibaca di sini : http://storiespark.blogspot.co.id/2015/10/panduan-menjadi-kaya-mengelola-keuangan.html. Tips-tips sederhana yang diberikan membantu pengelolaan keuangan pribadi maupun keluarga. Uang dan manajemen keuangan tak perlu dijadikan obrolan yang tabu. Zaman sudah berubah. Jika kita tetap terpaku pada pakem-pakem lama, beragam tuntutan perkembangan kehidupan tak akan mampu terealisasikan.  

       Usai mendengarkan materi edukasi keuangan dari Sun Life dan Alviko, beberapa game dan kuis digelar untuk para peserta. Hadiahnya cukup menarik, mulai dari voucher makan di Rocca Resto Artotel, buku, dan beberapa buah handphone. Permainan dan kuis yang disajikan juga kreatif, membuat live tweet yang menarik, menjawab berbagai pertanyaan seputar materi yang telah dibahas, juga adu keberuntungan di ajang undian doorprize. Ada beberapa emak KEB yang terpilih sebagai pemenang kuis, live tweet, dan mendapatkan doorprize HP. Saya tidak mendapat hadiah dari berbagai permainan. Saya sudah punya 2 HP. Meski kedua HP tersebut tergolong jadul, saya mensyukuri kehadiran mereka. Itu sebabnya, saya tidak mau serakah berebut hadiah handphone di acara ini.  


Sherly Gie menyerahkan hadiah untuk pemenang twitpic.
     
       Hari beranjak sore, serangkaian kegiatan sudah dituntaskan. Lembar post-test dibagikan kepada para peserta untuk dibandingkan hasilnya dengan jawaban sebelum pemberian materi. Para blogger saling berkenalan, berfoto-ria dengan komunitasnya atau kedua pembicara. Sebelum pulang, sebagian peserta dan pembicara mengabadikan kenangan dengan foto bersama. Saat membidikkan kamera, saya menemukan blogger termuda ikut hadir, seorang bayi berumur 3 bulan yang digendong ayahnya. Saya meminta seorang teman baru untuk difotokan bersama emak-emak KEB. Sayang, hasil jepretannya menangkap kondisi mata saya dan beberapa teman sedang merem (terpejam). Ya sudah, yang penting saya sudah foto-foto bersama teman-teman sekomunitas. Dalam ketidaksempurnaan tetap tersirat dan tersurat gambar-gambar keindahan.        

Foto bersama blogger Surabaya dan kedua pembicara.

Para peserta dari berbagai komunitas blogger di Surabaya meninggalkan Artotel dengan hati riang. Mereka menjinjing goodie bag dari Sun Life dan membawa sekarung ilmu pengelolaan keuangan yang bijak untuk membangun masa depan yang cerah plus sejahtera. Terima kasih Sun Life Financial dan Pak Alviko untuk sharing ilmunya. Para blogger siap menulis dan menyebarluaskan jurus-jurus sakti pengelolaan keuangan kepada masyarakat luas. Semoga pemahaman akan pengelolaan keuangan yang baik mampu meningkatkan kesejahteraan kehidupan menuju masyarakat dan bangsa Indonesia yang kuat, mapan, dan berjaya.






Panduan menjadi Kaya : Mengelola Keuangan dengan Bijak


Sun Life Financial sharing ilmu keuangan dengan blogger Surabaya.

Jumpa Blogger Sun Life Surabaya, Sabtu, 12 September 2015
Rocca Restaurant, Artotel Surabaya
Pembicara : Alviko Ibnugroho (financologist)


       Berbicara masalah uang dan mengelola keuangan tentu tak terlepas dari siklus kehidupan manusia sejak lahir, sekolah (kuliah), menikah, punya anak, membesarkan anak-anak, menikmati masa tua, dan meninggal dunia. Semua tahapan usia tersebut membutuhkan dana untuk melangsungkan kehidupan. Saat meninggal pun dibutuhkan dana untuk pemakaman dan warisan untuk keluarga yang ditinggalkan.

Secara sederhana siklus keuangan (financial life cycle) dapat digambarkan sebagai berikut :
- usia   20 tahunan   : orang biasanya memiliki banyak waktu, namun hanya sedikit uang
- usia   30-35 tahun : orang biasanya punya cukup waktu dan sedikit lebih banyak uang
- usia >35-50 tahun : orang biasanya memiliki sedikit waktu, namun banyak uang.

       Di dalam hidup ini ilmu pengelolaan keuangan adalah salah satu ilmu yang penting untuk dipelajari. Sayangnya, kita masih banyak menemukan orang-orang yang kurang mampu mengelola keuangannya dengan baik dan benar. Kita sering melihat ada orang yang penghasilannya relatif besar, namun hidupnya terlihat kurang nyaman (tak punya asset). Sebaliknya, ada orang yang penghasilannya relatif kecil, namun dia bisa hidup dengan sejahtera dan memiliki sejumlah kekayaan. Apa kuncinya? Ternyata, perbedaan dua contoh di atas adalah perihal pengelolaan keuangan yang berbeda.  

       Sebuah survei yang dilakukan Sun Life pada tahun 2003 menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia cenderung bersifat konservatif (takut menghadapi risiko). Masyarakat Indonesia kebanyakan lebih suka menabung dibandingkan berinvestasi. Pola pikir ini semestinya perlu diubah. Kenyataannya, berinvestasi dengan benar mampu melejitkan potensi harta yang kita miliki. Hidup sejahtera (kaya) adalah sebuah pilihan dan keyakinan. Ada 8 (delapan) 'dosa' (kesalahan) yang sering kita lakukan dalam mengelola keuangan.

Alviko mengajarkan cara mengelola keuangan dengan bijak.

Mari kita bahas 8 'dosa' (kesalahan) pengelolaan keuangan agar hidup kita menjadi sejahtera (kaya) :

# Dosa 1 : Terperangkap mitos masyarakat

Salah satu mitos yang pernah hadir di masyarakat masa lalu adalah sebutan balung kere (tulang miskin) dan balung sugih (tulang kaya). Maksudnya, dalam hidup ini ada orang-orang yang ditakdirkan terlahir sebagai orang miskin seumur hidup (balung kere). Sebaliknya, ada sebagian orang yang lahir di kalangan keluarga kaya dan akan terus kaya pula seumur hidupnya (balung sugih). Hal semacam ini pasti membuat orang menjadi pesimis dan malas mengubah kehidupannya. Untuk apa kerja keras? Jika terlahir miskin, sampai tua tentu tetap miskin. Orang tidak paham bahwa 'vonis' tersebut bisa diubah dengan usaha (ikhtiar).

Di zaman yang lebih modern, mitos masyarakat berubah seiring perkembangan zaman. Misalnya :
- Hidup dengan gaji sebagai karyawan sudah cukup (nrimo saja).
- Membicarakan masalah uang adalah hal yang tabu (pamali).
- Kita tidak perlu memberi perhatian pada hal yang menyangkut angka-angka, termasuk urusan uang.

# Solusi Bijak 1 :

Menghadapi 'dosa' tersebut di atas kita perlu melakukan perbaikan pengelolaan keuangan, yaitu :
- Membuang jauh-jauh mitos-mitos salah di atas.
- Mampu membuat diri kita berbeda dengan orang kebanyakan, seperti tak perlu menjadikan masalah keuangan sebagai sesuatu yang sakral dan pantang dibicarakan.
- Bertindak tepat disertai pemahaman pengelolaan keuangan untuk jangka waktu kehidupan yang panjang (hingga masa tua).


# Dosa 2 : Memilih untuk buta masalah finansial (keuangan)

Beberapa hal menjadi penyebab masyarakat buta finansial (kurang mampu mengelola keuangan) :
- Tidak mempunyai waktu atau enggan meluangkan waktu untuk belajar ilmu pengelolaan keuangan pribadi (keluarga).
- Tidak berminat untuk mendalami ilmu keuangan karena terbiasa dengan prinsip "biarkan mengalir saja" tanpa perlu terlalu diperhitungkan.
- Orang yang tidak berbicara tentang uang biasanya lebih menarik dan diterima dalam pergaulan, persahabatan, maupun hubungan kerja.

# Solusi Bijak 2 :

Ada beberapa tips untuk menghilangkan 'dosa' 2 agar kita mampu bangkit ke tangga finansial yang lebih tinggi, di antaranya :
- Meluangkan waktu untuk membaca dan belajar masalah keuangan.
- Berbicara tentang uang. Mulailah dari kelompok kecil, keluarga serta teman dekat. Berbagilah ilmu tentang mengelola keuangan. Setiap orang biasanya punya tips (rahasia) untuk mengurus keuangannya dan tips yang baik bisa kita tiru.
- Jika berbisnis, beri diri Anda gaji untuk menghargai dan memotivasi kerja.


# Dosa 3 : Manusia cenderung berjuang untuk bertahan hidup, bukan berjuang demi keinginan hidup

Rata-rata orang hanya mengejar kebutuhan utama dalam kehidupan. Sementara itu, keinginan adalah sesuatu yang layak untuk disisihkan. Yang penting, kita mampu bertahan hidup, sederhana dan seadanya saja. Kita sering lupa bahwa keinginan adalah hal-hal yang sifatnya manusiawi. Misalnya : keingingan punya rumah bagus, mobil seri terbaru, berangkat umrah bersama keluarga, dsb. Namun, impian lebih sering tergusur oleh pikiran realistis bahwa hidup ini tak perlu muluk-muluk. Apa yang kita miliki, apa yang ada, apa yang kita punya, kita nikmati saja. Kita tak usah terlalu ngoyo mengejar keinginan hidup yang lebih layak (sejahtera).

 # Solusi Bijak 3 :

Kita mulai untuk menyingkirkan 'dosa' 3 dengan cara :
- Yakinilah bahwa dalam hidup ini kita butuh keseimbangan antara kebutuhan hidup dan keinginan hidup.
- Bayangkan kehidupan yang Anda inginkan, tulis impian-impian Anda.
- Bicarakan impian kehidupan Anda dengan orang-orang yang sekiranya mampu memberi dorongan dan mendukung Anda untuk mencapainya.
- Bergabung dan berdiskusilah dengan orang-orang yang bisa menjadi sahabat untuk meraih impian hidup sejahtera.


# Dosa 4 : Tidak menetapkan target finansial

Kita acapkali membuat rencana tentang kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan. Yang banyak terjadi adalah kita tak pernah paham bagaimana cara merealisasikannya. Contohnya : kita ingin punya rumah. Kita lupa bertanya, kapan? Lalu, berapa harganya? Berapa lama kita harus mengumpulkan dana? Berapa jumlah uang yang harus ditabung untuk uang muka? Bagaimana membayar cicilan rumahnya, dengan uang gaji atau hasil usaha sampingan? Demikianlah, kebutuhan dan keinginan tanpa ada target dan cara-cara pencapaian, lebih sering menguap dalam barisan angan-angan.

# Solusi Bijak 4 :

Buatlah impian untuk meraih kebutuhan dan keinginan menjadi nyata dengan jalan :
- Tetapkan 'tiket' (rencana) pencapaian yang nyata dan realistis.
Contohnya : uang muka rumah 2 tahun lagi 24 juta, berarti tiap bulan harus menabung 1 juta.
- Sesuaikan target yang ingin diperoleh dengan kemampuan diri. Jika penghasilan perbulan tak mencukupi, kita perlu berinovasi dengan mencari rezeki tambahan dari usaha sampingan atau pekerjaan tambahan.
- Usahakan disiplin dalam menyisihkan dana dan fokus pada target apa yang ingin kita wujudkan.

Alviko menjawab pertanyaan para blogger.

# Dosa 5 : Tidak memprioritaskan kemakmuran finansial kita

Kita tidak hidup sendirian. Umumnya masyarakat di Indonesia sulit untuk melepaskan diri dari keterikatan dengan keluarga besar. Tentu saja hal ini sangat baik. Akan tetapi, jika terlalu banyak keluarga yang ikut kita tanggung semakin lama beban menjadi semakin berat. Maka, kita perlu selektif dalam membantu keluarga besar, kerabat, maupun teman. Jika mereka memang membutuhkan uluran dana, boleh saja kita berikan sumbangan uang, namun ajarkan untuk bisa mandiri. Kita juga perlu menambah isi rekening dan meningkatkan kemakmuran pribadi (keluarga).

# Solusi Bijak 5 :

Buatlah rencana peningkatan kehidupan Anda dengan upaya :
- Membuat jadwal waktu untuk mengejar kekayaan (tujuan keuangan yang ingin dicapai).
- Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, termasuk meluangkan waktu untuk menambah penghasilan demi peningkatan kualitas (kemakmuran) kehidupan dan keuangan.
- Memberi izin diri sendiri untuk sedikit egois. Misalnya : daripada kita mengeluarkan uang untuk jajan dan kumpul bersama teman-teman, masukkan dananya ke rekening pribadi (celengan).
Tulis di rekening/celengan : "Hadiah Masa Depan untuk Saya".


# Dosa 6 : Tidak menggunakan uang dengan bijaksana

Muda hura-hura, tua kaya raya, mati meninggalkan banyak harta. Itu salah satu ungkapan yang kita dengar di masyarakat. Hasilnya, kondisi pemanfaatan keuangan banyak yang kurang cermat, dan lebih banyak tidak bijaksana. Uang di masa muda dihamburkan untuk kegiatan yang kurang berarti, di pertengahan usia tak punya harta pribadi. Tua kaya raya? Ah, kenyataan berbicara mereka yang tidak bijaksana dalam membelanjakan uangnya, di masa tua hidup sengsara.

Beberapa kejadian pengelolaan keuangan yang tidak bijaksana adalah :
- Terperosok pada utang untuk kebutuhan konsumtif, bukan utang produktif.
- Membelanjakan uang sebagai obat saat sedih (sebagai pelipur lara).
- Membeli sesuatu tanpa perencanaan atau sekadar emosi (impulsif buying).
- Membeli sesuatu untuk menebus rasa bersalah (biasanya dilakukan wanita bekerja untuk anaknya).
- Senang berbelanja hanya karena sedang diskon (obral).

# Solusi Bijak 6 :

Berikut ini langkah-langkah penangkal 'dosa' 6 di atas :
- Teliti terlebih dahulu tujuan berutang, untuk membeli sesuatu yang produktif (nilainya bertambah) atau konsumtif (sesuatu yang tidak penting, tidak prioritas, nilainya menurun).
- Biasakan berbelanja secara tunai, tidak mudah menggesek kartu kredit.
- Membagi uang sesuai pos-pos pengeluaran, termasuk mengambil dana di awal untuk tabungan, dan berupaya melakukan penghematan dana.
- Tidak berbelanja saat emosi labil (sedih, terlalu gembira) agar tidak membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan.
- Membuat daftar belanja bulanan dan tidak membeli barang yang tidak tertulis dalam daftar.


 # Dosa 7 : Tidak membuat anggaran

Anggaran bulanan sebenarnya membantu kita untuk menjaga keseimbangan antara penerimaan (penghasilan) dengan aneka pengeluaran (kebutuhan maupun keinginan, termasuk pos tak terduga). Sebagian orang malas membuat anggaran dalam pengelolaan keuangannya karena merasa apa yang dilakukan sia-sia, tak ada hasilnya. Toh, uangnya tetap tidak cukup. Mungkin, seperti itu alasan mereka. Jika ada orang yang menghitung berapa kebutuhan dan beragam pengeluaran, bisa-bisa tipe semacam ini dicap orang yang 'perhitungan' alias pelit.

# Solusi Bijak 7 :

Membuat anggaran bulanan maupun tahunan sangat bermanfaat karena memberi efek ketenangan dan mengarahkan tujuan keuangan pada kemapanan finansial.
Berikut ini tips untuk menghalau 'dosa' 7 di atas :
- Luangkan waktu di akhir bulan atau awal bulan untuk menyusun anggaran bulanan. Buat anggaran secara rutin dari bulan ke bulan berikutnya (bisa secara manual atau menggunakan aplikasi komputer). Anggaran bulanan bisa dibuat sekaligus selama satu tahun, untuk melihat kelebihan dan kekurangan dana setiap bulannya.
- Tetapkan rumus pengelolaan anggaran dengan baik dan benar.
Misalnya : 10 % - untuk tabungan; 20 % - untuk cicilan utang; 10 % - untuk amal; 10 % - untuk dana cadangan (dana darurat); 50 % - untuk konsumsi (pengeluaran bulanan).
- Disiplin dan mematuhi ketentuan pos-pos anggaran yang dibuat.


# Dosa 8 : Tidak melakukan investasi

Mengapa tidak berinvestasi? Seperti yang diulas pada bagian awal, sebagian masyarakat Indonesia takut menghadapi risiko. Investasi dianggap sebagai momok yang menakutkan dan patut untuk dihindari. Kita belum akrab dengan kata investasi. Jangankan berinvestasi, kebutuhan bulanan saja tidak cukup. Itulah sebagian pembenaran yang banyak dijadikan sebagai alasan untuk menolak membangun kekayaan dari investasi dana.

# Solusi Bijak 8 :

Investasi sebenarnya sangat layak dilakukan karena mampu meningkatkan modal dan menghasilkan arus kas yang lebih besar baik secara rutin maupun berkala. Jadi, kita usir ketakutan berinvestasi dengan beberapa tahapan :
- Tidak terjebak untuk konsumtif, menyisihkan dana untuk investasi.
- Memahami dan belajar instrumen investasi, risiko maupun imbal hasil yang menguntungkan.
- Mencari manajer investasi terpercaya untuk membantu kita memilih dan mengelola dana investasi jika kita kurang mampu melakukannya sendiri.
- Investasi tak hanya uang. Investasikan juga waktu untuk mendapatkan ilmu dan ketrampilan yang mampu meningkatkan penghasilan.
- Cermat dan konsisten dalam memasukkan dana ke jenis instrumen investasi yang kita pilih.


       Demikianlah 8 'dosa' (kesalahan) pengelolaan keuangan beserta solusi untuk mengelola keuangan dengan baik. Mengelola keuangan dengan baik (bijak) akan mendatangkan kesejahteraan bagi diri pribadi (keluarga) maupun masyarakat. Dengan kondisi masyarakat yang sejahtera dan melek  (paham) finansial, perekonomian bangsa Indonesia akan turut menjadi kuat. Kesuksesan dan kemapanan finansial merupakan buah dari jerih payah kita dalam mengelola keuangan secara disiplin, konsisten, dan tahan godaan dari hal-hal yang merusak.

       Yang tak kalah penting adalah menumbuhkan pemahaman akan arti kaya dengan benar. Kita sudah menjadi kaya apabila di dalam diri tertanam perasaan bahwa kita sudah kaya. Itu berarti, kaya tak identik dengan kerakusan, tanpa rasa syukur. Kaya (mapan) menurut ukuran masing-masing orang pasti tidak sama. Secara umum, kaya bisa diartikan suatu kondisi saat kita mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan secara seimbang, dengan total harta lebih besar dibandingkan akumulasi utang. Kondisi keuangan yang sehat akan membuat hidup yang kita lakoni indah plus sejahtera. Tingkatan yang banyak diharapkan adalah ada passive income, dana yang terus mengalir ke rekening tanpa kita bekerja. Jadi, uanglah yang bekerja untuk kita. Maksudnya, kita memiliki usaha maupun investasi untuk menutup biaya hidup rutin sesuai standar kehidupan yang biasa dijalani, di luar gaji (penghasilan) bulanan. Upaya-upaya mengejar kesuksesan keuangan penting disosialisasikan agar kesejahteraan kehidupan masyarakat meningkat. Masyarakat yang cerdas finansial, sukses, mapan dan sejahtera akan mewujudkan bangsa dan negara yang kuat dan berdaya.


Pembaca, mari kita kelola keuangan dengan bijak agar kehidupan menjadi mapan dan sejahtera.




 

*) Catatan :
Sun Life Financial adalah sebuah perusahaan asuransi yang berasal dari Kanada dan telah beroperasi selama 150 tahun.







Monday, October 12, 2015

Tampil Pede seperti Emas : "Bold as Gold"


Bapak Erwin Suganda menjelaskan tentang tren perhiasan emas terbaru.

Pameran Perhiasan Emas UBS, Jumat, 04 September 2015
Hall B Plaza Surabaya
Pembicara : Erwin Suganda (creative director UBS)


       PT. UBS sebagai produsen perhiasan emas asal Surabaya telah 34 tahun menunjukkan kinerja sebagai perusahaan terbaik, terpercaya, terlengkap, dan memiliki banyak variasi koleksi perhiasan emas di Indonesia. Bahkan, sejak tahun 2009 mahkota Miss Indonesia adalah hasil garapan PT. UBS. PT. UBS (UBS Gold) terus berkomitmen untuk berkarya dan berinovasi dalam menghasilkan perhiasan emas berkualitas dengan berbagai pilihan model terbaru dan kadar emas yang lengkap. UBS Gold menyebut perusahaannya sebagai "Pusat Emas Model Baru" dan telah melayani konsumen di Indonesia serta mancanegara.

       Saat ini, perhiasan emas mempunyai beragam warna, seperti pink, ungu, hijau, tak hanya warna kuning dan putih saja. Hal ini merupakan hasil teknologi yang dikenal dengan nama fusion coloring. UBS merilis koleksi perhiasan emas terbaru English Rose dan Magnolia dengan menggunakan teknologi fusion coloring dalam pewarnaan emasnya. Hasilnya, sebuah perpaduan teknologi terkini dengan desain modern disertai keindahan warna yang stylish. UBS menyediakan aneka pilihan perhiasan berdesain bunga dengan kombinasi emas putih dan emas kuning pada lingkar cincin dan gelang. Sementara itu, kepala cincin, liontin, anting, dan gelang emas bertatahkan bunga beraneka warna.

Contoh perhiasan emas karya UBS.

       Seri perhiasan emas karya UBS memiliki nama-nama yang indah, misalnya : Arzetti, Dubai, Eidelweis, English Rose, dan Magnolia. Kreasi perhiasan emas UBS tampil anggun saat dipakai wanita, karena didasari misi UBS untuk mempercantik wanita. Kadar emas dalam setiap perhiasan ternyata berbeda-beda. Di Indonesia, kadar dan warna emas di setiap daerah bermacam-macam, menyesuaikan dengan selera masyarakat daerah tersebut.

Contohnya :
- Bali         : menyukai emas warna kuning, kadar 70 %.
- Makasar : menyukai emas warna kuning, kadar tinggi.
- Jawa       : menyukai warna kuning maupun merah (rose), dan berbaur (campuran kuning + merah), kadar 70-75 %.


Gelang emas putih koleksi starshine.
        Di samping perhiasan emas kuning, UBS juga menciptakan kreasi perhiasan dari emas putih yang dikelompokkan sebagai jenis koleksi starshine. Perhiasan emas UBS koleksi starshine bisa menggantikan berlian karena bertabur swarovski simulated diamonds. Kualitasnya seperti tolkowsky diamond dengan sinar putih dan bukan crystal. Harga koleksi ini lebih terjangkau, namun bernilai tinggi karena tergolong perhiasan emas. 

      
Kalung emas putih bertabur swarovski.
       Starshine adalah produk perhiasan emas putih 18 K kelas premium dari UBS berpadu dengan swarovski simulated diamonds pure brilliance cut. Swarovski setara dengan tolkowsky diamond yang memiliki kualitas teratas. Starshine merupakan karya duo pembuat perhiasan ternama, yaitu UBS dan Swarovski Gemstone.

       Cara perawatan perhiasan emas ternyata relatif mudah, yaitu :

1. Perhiasan emas sebaiknya tidak terkena bahan kimia, misalnya : parfum.
2. Bersihkan perhiasan emas dengan merendamnya dalam air hangat yang dicampur sabun cuci piring (deterjen) selama 10 menit. Perhiasan yang bernoda bisa direndam dengan air hangat yang dicampur amoniak.
3. Keringkan perhiasan emas dengan lap halus (lembut).
4. Perhiasan yang berhias batu-batuan cukup diusap-usap dengan kain yang dibasahi dengan air hangat yang dicampur sabun cuci piring.
5. Bersihkan perhiasan secara bertahap dalam jangka waktu tertentu, kemudian masukkan dalam wadah khusus untuk perhiasan emas, simpan di tempat yang aman.

Perhiasan emas UBS berpadu dengan gaun pesta.

       Emas dalam bentuk perhiasan biasa dipakai wanita sebagai pelengkap busana agar tampil cantik dan serasi. Di kalangan wanita Indonesia, budaya mencintai perhiasan emas telah berlangsung turun-temurun, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di samping emas perhiasan, UBS telah menyediakan pula emas logam mulia yang bisa dijadikan investasi murni. UBS menciptakan produk emas logam mulia mulai dari yang seberat 1 gram.

Kelebihan emas logam mulia UBS adalah :
1. Dengan berat sama, dimensi logam mulia 999,9 UBS lebih besar dari lainnya.
2. Memiliki tampilan elegan dan menarik.
3. Waktu pemenuhan pesanan relatif singkat.
4. Bersertifikat.
5. Kemasan hard clear plastic-nya menjaga emas tetap dalam kondisi prima.
6. Diproduksi oleh PT. UBS yang merupakan pabrik perhiasan terkemuka dunia. 

Alasan bijaksana membeli emas baik perhiasan maupun logam mulia adalah :

1. Alat investasi tepat
Emas cenderung lebih aman dibandingkan instrumen investasi lainnya. Ketidakstabilan politik dan ekonomi global biasanya cenderung memperkuat harga emas.

2. Likuiditas tinggi
Jika perlu diuangkan, emas mudah dijual kembali di toko emas terdekat, sesuai harga pasar saat itu, mirip mata uang asing seperti dollar.

3. Nilai jual kembali tinggi
Lain dari yang lain, produk jadi emas batangan dijual nyaris tanpa mark up (penambahan harga). Hal ini menjaga harga jual kembali emas batangan tetap tinggi.

       Emas, baik sebagai perhiasan maupun emas batangan tetap bertahan dari masa ke masa. Pamor dan kilau emas tak redup sepanjang perjalanan kehidupan. Wanita biasanya lebih pede dan cantik jika tampil dengan dilengkapi perhiasan emas. Dalam menjalani kehidupan, kita biasanya juga merasa aman jika memiliki investasi berupa emas logam mulia. Jadi, emas dalam bentuk perhiasan maupun logam mulia tetap terjaga rasa percaya dirinya sebagai sahabat dalam kehidupan.